Take a fresh look at your lifestyle.

Tingkat Hunian Hotel di Indonesia Tinggal Lima Persen

176

TEGAL – Tingkat hunian hotel di seluruh Indonesia mengalami penurunan drastis, selama pandemi Covid-19. Bahkan, saat ini jumlah tingkat hunian di hotel hanya bertahan pada angka lima persen.

“Kemarin hasil rapat kerja (raker) dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menyebutkan data itu,” terang Anggota Komisi X DPR RI, Dr Abdul Fikri Faqih saat ditemui SMpantura.com.

Menurut dia, pariwisata menjadi sektor terparah yang terdampak Covid-19. Sebab, hampir di seluruh bidang mengalami penurunan drastis. Berbeda halnya dengan ekonomi kreatif yang melonjak hingga 1.000 persen.

Lonjakan itu terjadi pada ekonomi kreatif seperti grab, gojek dan lainnya. Meski ada penurunan pada jasa angkutan, namun mereka memiliki demand yang tinggi pada food and baverage.

“Kita sudah mengobrol dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Mereka menyebut tidak butuh kartu pra kerja untuk pelatihan. Justru yang dibutuhkan adalah kondisional cash trasnfer atau bantuan langsung tunai,” katanya.

Terlebih, sambung Fikri, tingkat hunian hotel tinggal lima persen, yang biasanya mampu bercokol di angka 90 persen. Dengan demikian, ada banyak pekerja yang dirumahkan tanpa kompensasi, terkecuali untuk bagian maintenance.

Berdasarkan informasi Kementerian Pariwisata, jumlah pekerja di sektor pariwisata baik informal maupun non formal mencapai 13 juta di seluruh Indonesia. Maka rawan jika dirumahkan atau kemungkinan buruk di PHK.

“Ini perlu segera diatas dalam masa Covid-19. Saya mengusulkan, realokasi anggaran dari Kementerian Pariwisata sebesar Rp 1 triliun lebih bisa untuk mengatasi itu,” tutupnya.

Sementara, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tegal, Saunan Rasyid mengatakan, tingkat hunian hotel di Tegal kini berada di bawah rata-rata 20 persen. Padahal, biasanya mampu berada di angka 55 persen.

Imbasnya, sekitar 250 orang karyawan harian yang dirumahkan oleh pengelola hotel dan restoran di Kota Tegal. Namun, pihaknya belum mengetahui pemberian kompensasinya.

“Kompensasi di hotel lain saya kurang tahu. Tetapi, kalau di sini ada kompensasinya. Menyesuaikan, kalau harian ya kita bayar harian,” kata Saunan yang juga menjabat General Manager Pesonna Hotel Tegal. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA