Take a fresh look at your lifestyle.

Tim Cobra Sat Narkoba Beraksi, Empat Pengedar Sabu Dibekuk

146

BARANG BUKTI : Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Wakapolres Kompol Joko Wicaksono SSTPi dan Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono SH, menunjukkan barang bukti berupa Sabu yang disita dari empat tersangka pengedar barang terlarang tersebut, Senin (13/1).(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

 * Satu Wanita Nekat Terobos Lapas Tegal

TEGAL – Tim Cobra Sat Resnarkoba Polres Tegal Kota kembali beraksi memburu pengedar dan pemakai narkoba. Merekapun lansung tancap gas, dan hasilnya, empat pengedar narkoba jenis sabu, secara beruntun dibekuk tim tersebut, di pekan pertama awal tahun ini. Yakni, sejak Jumat (3/1) hingga Sabtu (11/1).

Sebanyak 13, 52 Gram Narkoba Golongan I Jenis Sabu diamankan sebagai barang bukti. ”Ini prestasi, barang bukti yang disita cukup lumayan, pelakunya ada empat orang yang ditangkap. Semoga ini jadi peringatan bagi pengedar atau pemakai berbagai jenis narkoba agar tidak coba-coba masuk Kota Tegal,” tandas Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi, didampingi Wakapolres Kompol Joko Wicaksono SSTPi, dan Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono SH, saat pres release, Senin (13/1) sore.

Kasat Narkoba menjelaskan, penangkapan pertama terjadi ketika personel Tim Cobra menyamar dan menguntit pengedar sabu bernama Tio alias Simot (37), warga Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal,sekitar pukul 13.00, Jumat (3/1). Pelaku saat itu keluar dari sebuah minimarket di Jl Martoloyo,Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, usai membeli air mineral ukuran botol kecil.

Saat digeledah, polisi menemukan satu paket Sabu seberat 0,65 gram, yang disembunyikan disela-sela helm pelaku. Kepada penyidik Satres Narkoba Aipda Aziz Fahrudin SH, pelaku mengaku paket barang terlarang itu, dibeli dari pengedar lainnya bernama Darsono alias Kopral (37), warga RT 1 RW 10 Gang I Wonosari, Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Butuh waktu tiga hari untuk menangkap Kopral. Itu setelah melalui pancingan bujuk rayu yang dilakukan Tio, agar pengedar tersebut mau menunjukkan batang hidungnya. Tak lama kemudian sekitar pukul 15.30, Senin (6/1), saat Kopral berniat menemui Simot di suatu lokasi di Kota Pekalongan, langsung disergap Tim Cobra.

Darsono alias Kopral yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tekuk pipa frizzer kapal di Pelabuhan Pekalongan, mengaku hanya sebagai perantara jual beli sabu. Tiap kali transaksi dia mendapat upah Rp 50.000. Pelaku mengaku menjual sabu ke Tio di Kota Tegal beberapa waktu lalu.

Residivis Narkoba

Penangkapan berikutnya terjadi terhadap residivis kasus narkoba yang telah menjalani hukuman penjara selama enam tahun, Purwanto alias Gento (35). Warga Desa Klegen, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang itu, yang pernah dibekuk Satres Narkoba Polres Pemalang 2013 silam, juga sudah dua bulan terakhir dibuntuti Tim Cobra Satres Narkoba Polres Tegal Kota.

Sebab informasi terakhir, setelah selesai menjalani hukuman pada November 2018, dan selama satu tahun terakhir, yang dulunya sebagai pemakai dan pengedar, kini telah beralih sebagai pemakai Sabu. ”Tapi, dua ,pekan terakhir, dia informasinya sering mondar-mandir dari Pemalang ke Kota Tegal,” ucap AKP Bambang Margono.

Saat berada di Jl Mayjend Sutoyo dekan Kantor Pengadilan Negeri Tegal, dia terlihat gelisah dan seperti tengah menunggu seseorang, sekitar pukul 10.15, Selasa (7/1). Personel Satres Narkoba pun kemudian mencoba mendekati. Tapi Gento justru terlihat gugup dan mencoba kabur.

Dia pun ditangkap, dan digeledah. Hasilnya ada barang bukti sabu seberat 8,37 Gram yang disimpan di sela-sela helmnya. Satu unit sepeda motor Honda Vario hitam Nopol G-5673-BD, dan juga handphone, yang digunakan sebagai sarana transaksi juga disita Tim Cobra. Gento mengaku hanya sebagai perantara penjualan Sabu. Barang diantar di lokasi tertentu berdasar perintah bandar yang membuntutinya. ”Satu kali transaksi atau mengantar sabu, upahnya Rp 300.000,” ucap Gento.

Wanita Nekat

Penangkapan keempat dilakukan terhadap seorang wanita muda, Devi Rosita (26) warga Jl Dokter Kariyadi, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Wanita tersebut nekad menerobos masuk ke Lapas Klas II B Tegal, sambil membawa narkoba jenis Sabu seberat sekitar 5 Gram, sekitar pukul 11.30, Senin (11/1).

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi dan Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono yang mendengar aksi nekat wanita itu, langsung mendatangi Lapas Klas II B Tegal. Saat digeledah, didalam pakaian dalamnya terhadap butiran kristal warna putih, yakni Metamfetamine, yang dikategorikan Narkotika Golongan I Jenis Sabu, seberat 4,50 Gram.

Pengakuannya kepada penyidik di Satres Narkoba Polres Tegal Kota, sudah terbiasa mengantar barang terlarang seperti itu di beberapa Lapas. Tapi dia tidak mengira jika saat jam besuk dan masuk Lapas Klas II B Tegal, harus melalui proses pemeriksaan yang ketat terhadap barang bawaan pengunjung.

Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono mengatakan, pasal yang disangkakan kepada empat pelaku yang kini ditangkap dan ditahan, berbeda-beda. Antara lain, Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara. Kemudian Pasal 114 ayat (1) dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara, dan maksimal 20 tahun penjara. Juga Pasal 114 ayat (2) dengan ancaman minimal enam tahun penjara, maksimal 20 tahun penjara.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA