Take a fresh look at your lifestyle.

Tim 9 NU Rekomendasikan Kriteria Calon Bupati

131

PEMALANG – Tim 9 yang dibentuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pemalang menerbitkan kriteria Calon Bupati pada Pilbup 2020. Kriteria ini hasil penjaringan aspirasi kepada Badan Otonom NU dan disampaikan kepada tim 7 yang juga bentukan PCNU.

Ketua Tim 9 Abu Joharudin Bahry mengatakan NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan bertugas menjadi penerang nahdliyin dalam berbagai aspek kehidupan. NU berkewajiban hadir dalam setiap momen yang melibatkan warganya dengan memberikan petunjuk
sehingga cita-cita Islam Rahmatan Lil Alamin akan terwujud dan Tidak akan membiarkan umatnya dalam kebingungan.

“NU merasa perlu untuk ikut urun rembug kepada pemangku kepentingan dan kekuatan politik di Kabupaten Pemalang berkaitan dengan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) dengan harapan akan menghasilkan pemimpin yang tidak hanya bermanfaat bagi satu kalangan tapi bisa dirasakan oleh semua masyarakat Kabupaten Pemalang,”kata Abu dalam konferensi pers di gedung NU, Jl Pemuda Pemalang,kemarin.

NU kata dia membentuk tim 9, 7, dan 5 untuk menjaring dan mengumpulkan informasi sebagai data akurat untuk pertimbangan dalam menentukan kriteria. Tim yang pertama bekerja adalah tim 9 yang bertugas membuat konsep umum tentang kriteria Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang yang ideal menurut NU.

Konsep tersebut kemudian dikomunikasikan dengan MWCNU, Banom NU dan PAC-nya masing-masing. Hasilnya direkomendasikan ke Tim 7 untuk acuan rekomendasi bagi seluruh kekuatan politik di Pemalang. Setelah tugas tim 7 berakhir hasilnya akan diberikan kepada tim 5 untuk dikonsultasikan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

“Setelah bekerja mengumpulkan aspirasi warga NU kami simpulkan kriteria Calon Bupati Pemalang 2020 antara lain beragama Islam Aswaja NU, Kader NU, punya integritas (bebas KKN), berkomitmen pada moral, memiliki daya inovasi, kreatif dan managerial yang mumpuni,”ujarnya. Kriteria selanjutnya adalah sehat lahir dan batin, diterima di semua kalangan NU dan memasyarakat, memiliki wawasan keagamaan yang memadai, memiliki rasa nasionalisme dan rasionalisme, tidak pro pada pemodal besar, tanggap terhadap isu kesehatan dan lingkungan, mau bekerjasama dengan NU dalam membangun Pemalang dan sensitif terdahap isu-isu perempuan.

Atas rekomendasi dari tim 9 yang secara garis besar memuat visi misi dan kriteria pemimpin yang akan maju dalam Pilbup 2020 Tim 9 menyaring kembali masukan dari segmen pemudan dan pelajar, segmen perempuan dan segmen jama’ah NU dengan memberikan rekomendasi tambahan. Segmen pemuda dan p terdiri atas GP Ansor, IPNU dan IPPNU menyimpulkan Pilbup tahun ini strategis khususnya tekait dengan pendidikan maka perlu pemimpin yang amanah, bertanggung jawab dan mumpuni. Kemudian mampu membuat Pemalang di perhitungkan dalam bidang keolahragaan, memastikan pemuda dan pelajar memiliki keterampilan agar siap memasuki dunia kerja, SMP dan SMA kembali enam hari kerja dan mendukung keputusan PCNU Pemalang

Kemudian segmen perempuan terdiri atas Fatayat dan Muslimat menentukan kriteria antara lain pro terhadap NU dan Banon-banomnya, mampu menciptakan lapangan kerja, mempermudah semua pelayanan di masyarakat, menyejahterakan guru non-PNS, ustad dan ustadah di pondok pesantren, madrasah diniyah, majelis taklim dan TPQ. Kriteria lainnya adalah berani membuat SK untuk guru Wiyata Bhakti, peduli anak-anak jalanan, rakyat miskin dan perempuan, mampu membangunan infrastruktur terutama jalan di pedesaan dan sangat dimungkinkan calon dari perempuan sebagai bentuk kesetaraan gender.

Sementara segmen Jama’ah NU terdiri atas PCNU dan MWC menentukan kriteria antara lain hormat dan taat kepada ulama NU, diharapkan mengikuti PKPNU, peduli kepada pendidikan agama terutama madrasah diniyah, TPQ, pondok pesantren, majlis taklim dan asatidznya dengan memberikan bantuan setiap bulan. Selanjutnya berpihak kepada ekonomi lemah dengan membatasi perizinan swalayan agar pemerintah bersih dan berwibawa, menghilangkan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru, tidak mengintervensi program-program NU sebaliknya mendukung dengan alokasi dana serta kader NU diusahakan masuk baik Bupati maupun Wakilnya.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA