Take a fresh look at your lifestyle.

Tiga Tahun Diduga Korupsi ADD, Mantan Kades Ini Ditahan Kejari Brebes

109

BREBES – Mantan Kepala Desa (Kades) Kedungtukang, Kecamatan Jatibarang, Muhamad Syafi’i, secara resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, atas dugaan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), Kamis (5/11). Dugaan tindak korupsi itu dilakukan mantan kades selama tiga tahun anggaran, yakni sejak tahun 2015-2017. Penahanan dilakukan setelah penyidik Kejari Brebes melakukan pemeriksaan selama beberapa jam terhadap mantan Kades Kedungtukang tersebut.

Kepala Kejari Brebes, Emy Munfarida melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Naseh mengatakan, kasus dugaan korupsi ADD yang menjerat mantan Kades Kedungtukang itu, berawal dari proses penyidikan yang dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Brebes. Pada 5 November 2020, masuk proses tahap II. Yakni, pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ke Kejari Brebes. “Saat proses ini selesai, kami langsung melakukan penahanan terhadap tersangka. Ini dilakukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memudahkan dalam proses persidangan nanti,” ujarnya, Jumat (6/11).

Dia mengungkapkan, dugaan korupsi ADD tersebut dilakukan tersangka sejak tahun anggaran 2015 – 2017. Dari hasil audit Inspektorat, tindakan tersangka menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 120 juta. Uang hasil korupsi itu disalahgunakan tersangka untuk kepentingan pribadinya, yang semestinya digunakan untuk melaksanakan program di Desa Kedungtukang. “Jadi, dana ADD yang semestinya untuk melaksanakan program di desa, tetapi ada yang disalahgunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Sesuai berkas perkara yang diterima, ini dilakukan dari tahun 2015-2017,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, lanjut dia, mantan Kades Kedungtukang dijerat pasal 2 subsider pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. “Saat ini tersangka kami titipkan di ruang tahanan Mapolres Brebes, sebagai tahanan titipan Kejari,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA