Take a fresh look at your lifestyle.

Tiga Pasar Diusulkan Direvitalisasi Menggunakan APBN

49

SLAWI,smpantura.com – Pemerintah Kabupaten Tegal mengusulkan tiga pasar tradisional untuk direvitalisasi pemerintah pusat menggunakan Anggaran Pendapata dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 80 miliar.

Usulan tersebut disampaikan Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa kepada Deputi IV Kepala Staf Presiden Juri Ardiantoro di Rumah Dinas Bupati Tegal, Sabtu (1/5).

Kepala Bappeda dan Litbang , Bambang Kusnandar Aribawa menyebutkan, tiga pasar tradisional yang diusulkan direvitalisasi yakni, Pasar Adiwerna, Pasar Bumijawa dan Pasar Guci.

Aribawa mengungkapkan jika justifikasi teknis atau peninjauan lapangan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah dilakukan. Hasil peninjauan lapangan, revitalisasi tiga pasar tersebut harus segera dilakukan, mengingat usia fisik bangunan diatas 20 tahun, bahkan ada yang 28 tahun.

Di samping faktor usia, pasar-pasar tersebut juga mengalami kerusakan pada atap dan lantai pasar serta minim fasilitas seperti toilet, pos kesehatan, tempat parkir dan instalasi pengolahan air limbah.

“Usulan revitalisasi pasar ini sudah kita sampaikan ke Kemendag maupun PUPR. Mudah-mudahan bisa masuk ke DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran). Untuk itu diperlukan komunikasi lebih lanjut dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan Kementerian Keuangan agar menjadi prioritas,” kata Aribawa.

Menurutnya, revitalisasi pasar tersebut adalah salah satu dari 14 program usulan yang mendukung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang.

Program lainnya antara lain pembangunan sumber air baku SPAM perkotaan, optimalisasi Waduk Cacaban, pengendalian banjir sistem Sungai Cacaban, pengendalian banjir dan normalisasi Sungai Jimat dan Sungai Rambut, pembangunan bendungan Jatinegara, pembangunan sarpras konservasi sumber daya air Sungai Pemali, peningkatan kualitas dan akses jalan Kaligua ke Guci, peningkatan jalan Yomani ke Guci, peningkatan jalan dan perlengkapan jalan Ketanggungan ke Prupuk, fasilitasi pengembangan industri klaster logam, pembangunan pasar ikan dan balai benih ikan, pengembangan pertanian bawang putih serta pengembangan pelabuhan perikanan Pantai Larangan.

“Dari 14 program tersebut yang sudah berjalan adalah remedial bendung Waduk Cacaban. Semoga tahun ini program revitalisasi pasar, pembangunan sumber air baku SPAM perkotaan dan program lainnya dapat menyusul realisasinya. Karena implementasi program pada Perpres Nomor 79 Tahun 2019 sudah harus dilakukan pada kurun waktu tahun 2019 sampai 2024,”tuturnya.

Terkait usulan Pemkab Tegal, Deputi IV Kepala Staf Presiden Juri Ardiantoro mengatakan, pihaknya siap memfasilitasi proses komunikasi usulan Pemkab Tegal ini di jajaran kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Dia meminta agar seluruh persyaratan dari Kemendag seperti Detail Engineering Design (DED) hingga rencana relokasi pasar dicukupi.

Bupati Tegal Umi Azizah berharap, rencana revitalisasi pasar tradisional ini bisa segera terealisasi. Apalagi, penataan pasar menjadi bagian dari program unggulannya. Karena menurutnya, pasar memiliki peran strategis sebagai penggerak perekonomian lokal dan daerah, sekaligus wadah terjalinnya interaksi sosial antar warga. (T04-Red)

BERITA LAINNYA