Take a fresh look at your lifestyle.

Tiga Kurir Disergap, 6,65 Gram Sabu Disita

172

 * Operasi Antik Candi 2019 Polres Tegal Kota

TEGAL – Tiga kurir atau pengantar transaksi sabu dan pil Inex disergap Satres Narkoba Polres Tegal Kota dan Reserse Sektor Kawasan Pelabuhan (SKP) Tegal, di tiga lokasi berbeda.
Penyergapan itu, menurut Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi MKes, dilakukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Anti Narkotika (Antik) Candi 2019, yang digelar selama 20 hari, sejak Kamis (1/8) hingga Selasa (20/8).
”Kami memang baru merilis hasil Operasi Anti Candi 2019 ini, karena berkait dengan pengembangan kasus. Maksudnya dari tiga tersangka yang kami tangkap, kasusnya ma sih dalam pengembangan penyidikan. Karena ada beberapa pelaku lagi yang belum ditangkap dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO Satres Narkoba,” terang Kapolres Tegal Kota, didampingi Kabag Ops Kompol Mandala dan Kasatres Narkoba AKP Bambang Margono, Senin (26/8).
Total barang bukti berupa sabu yang disita dari operasi tersebut sebanyak tujuh paket sabu seberat 6,65 Gram. Kemudian narkotika jenis Inex sebanyak tiga butir se berat 1,15 Gram.
Barang bukti lainnya, tiga unit handphone (hp). Terdiri atas dua unit hp merek Oppo dan satu unit hp merek Xiomi Redmi 6A. Satu unit mobil Honda Brio H-8612-ZC, satu Suzuki Smash G-2842-DC, dan satu kartu ATM atas nama tersangka Arif Widodo alias Mbong.
Tiga Lokasi
Penyergapan tiga kurir sabu dan inex di tiga lokasi berbeda, berawal dari rencana transaksi sabu yang dilakukan Indra Kasih alias Pendek (29). Warga Jl Jongor RT 9 RW 2, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal itu, memesan tiga paket sabu dari seseorang bernama Bujang (DPO) di Cirebon, Jabar, seberat 2,37 Gram seharga Rp 5 juta.
Pelaku akan menjualnya ke seseorang dan mendapatkan keuntungan Rp 1.750.000. Tapi saat sabu diantar ke seseorang, di Jl Srigunting, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, kurir itu langsung disergap, sekitar pukul 15.45, Minggu (4/8). ”Personel kami dapat menangkap kurir ini, karena sebelumnya sudah dapat informasi masuk, dan dil akukan pemantauan cukup lama,” terang Kapolres Tegal Kota.
Kurir kedua yang disergap adalah, Joko Sukm ono alias Pak Bagas (48), warga Jl Mendut Utara VIII No 40, RT 1 RW 5, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Dia yang bekerja sebagai sopir Go Car, memesan dua paket sabu seberat 1,98 Gram seharga Rp 6 juta ke seseorang bernama Puji di Kota Semarang. Rencananya barang itu akan diserahkan ke Emil (DPO) di Kota Tegal. Transaksi sabu itu dilakukan di tempat karaoke ”Paradiso”. Pak Bagas mendapat keuntungan sebesar Rp 600.000. ”Saat kami menggelar razia dan dilakukan pemeriksaan terhadap pengunjung tempat hiburan malam ini, tersangka tertangkap tangan membawa sabu,” terang AKP Bambang Margono.
Nekat Melempar
Penyergapan paling unik terjadi terhadap residivis kasus narkoba, Arip Widodo (29) alias Mbong. Dia ditangkap usai peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu 17/8). Usai upacara pemberian remisi terhadap narapidana di Lapas Tegal, warga Dukuh Jampirejo Tengah RT 7 RW 2 Desa Jampirejo, Kecamatan/Kabupaten Temanggung nekat melempar dua paket sabu seberat 2,30 Gram dan tiga butir ekstasi hijau ke dalam Lapas Tegal, sekitar pukul 13.30.
Aksinya itu diketahui personel reserse kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (SKP), yang sudah menerima informasi akan ada transaksi sabu di dekat Lapas Tegal. Kepada penyidik tersangka mengaku diminta seseorang bernama Arif alias Sitip (DPO) mengambil sabu di Pekalongan. Kemudian dikirim ke Lapas Tegal.
”Target Operasi Antik Candi 2019 yang kami laksanakan sebenarnya dua kasus. Tapi ini sudah tiga kasus yang terungkap. Jadi sudah melampaui target. Demikian juga barang bukti yang disita sudah melebihi target yang ditentukan dalam operasi ini,” tandas Kapolres Tegal Kota.(Riyono Toepra/Red07)

BERITA LAINNYA