Take a fresh look at your lifestyle.

Tiga Gapura Kampung KB COE Diresmikan

70

TEGAL –  Wilayah RT 04/ RW 04 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, dipilih menjadi percontohan Kampung Keluarga Berencana Center of Excellence (KB COE). Hal itu dilakukan, untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.

“Untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan, kita dipilih menjadi percontohan di Kota Tegal. Sebagai penanda, ada peresmian tiga gapura oleh sejumlah pejabat,” terang Ketua Kampung KB COE, Dr Yusqon, kemarin.

Gapura pertama, kata Yuson, diresmikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal, Muhammad Afin, sebagai tanda adanya Kampung KB COE.

Gapura kedua sebagai penanda Kampung Literasi, diresmikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal, Ismail Fahmi dan gapura ketiga sebagai penanda Kelurahan Layak Anak, diresmikam Camat Tegal Timur, Dorres Indrian Nugroho.

“Awal 2021 ada tiga gapura yang diresmikan. Itu sebagai penanda budaya baca,” tutup Yusqon.

Sementara, Kepala DPPKBP2PA Muhammad Afin mengemukakan, adanya Kampung KB COE tersebut untuk meningkatkan fasilitas. Utamanya dalam pengembangan kampung dari yang sebelumnya tingkat RW menjadi kelurahan.

“Keunggulan Kampung KB COE itu bisa sampai tingkat kelurahan. Sedangkan Kampung KB lainya hanya lingkup RW. Nantinya, kita akan tingkatkan lagi dari kegiatan keagamaan, pembinaan lingkungan dan adanya 40 rumah baca di tiap RT,” pungkasnya.

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi menambahkan, dengan diresmikannya gapura tersebut, maka warga RT 04/ RW 04 secara utuh menjadi daerah percontohan Kampung KB COE Literasi yang ditandai dengan disediakanya pojok baca.

Selain itu, setelah diresmikan nantinya masyarakat terintegrasi dengan pendidikan. Diantaranya meningkatkan motivasi dalam mengembangkan minat baca, meningkatkan masyarakat dalam membaca dan meningkatkan apa yang dibaca menjadi paham serta mengerti.

“Ihwal pendidikan layak anak, diharapkan tidak ditemui adanya tindakan fisik, berupa berkata kasar dan perundungan. Kita lebih menekankan kepada  pemberian motivasi, sehingga tujuan pembelajaran itu kreatif dan meningkatkan minat baca, terutama dalam pendidikan,” tandasnya. (*)

BERITA LAINNYA