Take a fresh look at your lifestyle.

Tiga Desa di Kabupaten Tegal Terendam Banjir

139

SLAWI – Sedikitnya tiga desa di Kabupaten Tegal terendam banjir dengan ketinggian 50 hingga 100 sentimeter, Rabu (17/2) dini hari. Hal itu disebabkan meluapnya daerah aliran Sungai Gung dan Kali Jenggot, menyusul hujan deras yang melanda sejak Selasa (16/2) malam.

Tiga wilayah yang terendam banjir meliputi Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Desa Pengabean, Kecamatan Dukuhturi dan Desa Pegirikan, Kecamatan Talang.

Berdasarkan assesment PMI Kabupaten Tegal menyebutkan, ada sekitar 136 Kepala Keluarga (KK) di tiga perumahan di Desa Mejasem Barat yang terdampak banjir. Diantaranya, Perumahan Mejasem Baru 2, Griya Mejasem Baru 3 dan Vero Permai.

“Ada sejumlah rumah di tiga perumahan yang terendam banjir. Untuk kerugian masih dalam pendataan,” kata Relawan PMI Kabupaten Tegal, Mohamad Ramedhon.

Menurut Ramedhon, banjir di Desa Pegirikan melanda RT 14/ RW 04. Di wilayah ini terdapat lima rumah yang terdampak. Bahkan, para penghuninya diungsikan sementara ke sejumlah tempat yang lebih tinggi.

Selain merendam tiga perumahan itu, banjir juga merendam kluster hunian lainnya. Seperti di Perumahan Griya Santika, Desa Pengabean, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.

Salah seorang warga, Cahya Kamandanu (36) menyebut, banjir kali ini merupakan insiden terparah sepanjang lima tahun terakhir. Sebab, banjir kali bercampur air lumpur dan mampu masuk ke rumah. Padahal, biasanya air hanya menggenangi jalanan dan teras rumah.

“Air lumpur berwarna kecokelatan tiba-tiba masuk dengan cepat dan saya hanya bisa menyelamatkan anak istri. Perabotan rumah sampai berkas penting semua terendam. Karena kejadiannya tengah malam, disaat semua terlelap,” bebernya.

Lebih lanjut Kamandanu menerangkan, banjir yang terjadi kali ini diduga akibat petugas penjaga pintu air terlambat membuka pintu. Sebab, saat dihubungi Ketua RT setempat, petugas tidak memberikan jawaban.

“Ditelepon tidak bisa-bisa, mungkin karena jam segitu (dini hari). Baru dibuka pukul 06.00 WIB, air sudah terlanjur masuk,” ujarnya.

Sementara, hingga Rabu (17/2) sekitar pukul 11.00 WIB banjir yang merendam tiga desa berangsur surut. Warga yang terdampak bergotong royong membersihkan sisa banjir dan lumpur dengan alat seadanya. (*)

BERITA LAINNYA