Take a fresh look at your lifestyle.

Tidak Ada Kebocoran di PAD Disparpora

162

SLAWI – Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Tegal, Suharinto menegaskan tidak ada bocor di Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dikelolanya. Pasalnya, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capai PAD Disparpora pada semester pertama mengalami kenaikan signifikan.

“Padahal capaian PAD kami sudah hampir 50 persen, tapi kenapa kami dicurigai adanya kebocoran PAD,” ujar Suharinto, kemarin.

Dia menjelaskan, target PAD yang diberikan Pemkab Tegal terhadap Disparpora di tahun 2019 ini sebesar Rp 11.966.336.200. Sampai dengan akhir Juni 2019, terealisasi sebesar Rp 5.542.286.350 atau lebih dari 46 persen. Rinciannya, retribusi pemakaian kekayaan daerah terealisasi Rp 2,3 miliar atau sekitar 45 persen dari target sebesar Rp 5,1 miliar, retribusi tempat khusus parkir terealisasi Rp 171 juta atau 56 persen dari target sebesar Rp 305 juta, retribusi tempat rekreasi dan olahraga terealisasi Rp 2,9 miliar atau sekitar 46 persen dari target sebesar Rp 6,2 miliar, dan retribusi pelayanan tempat olahraga terealisasi Rp 105 juta atau sekitar 34 persen dari target Rp 310 juta.

“Kecurigaan kebocoran ini, sepertinya tanpa alasan. Tapi kami tidak mempermasalahkannya, kami akan tetap bekerja lebih baik lagi supaya target PAD di tahun ini, bisa lebih baik dari sebelumnya,” cetusnya.

Dia mengemukakan, pada tahun 2018 lalu, target PAD reguler sebesar Rp 8 miliar. Namun saat pembahasan APBD II Perubahan, target dinaikan menjadi Rp 10,5 miliar. Dari target itu, pihaknya berhasil mencapai Rp 6,7 miliar atau sekitar 64,65 persen di akhir tahun. Menurutnya, jika dibandingkan dengan semester pertama di tahun ini, maka perolehan PAD sudah cukup bagus.

“Tetap bekerja maksimal sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi (tupoksi). Berikan pelayanan terbaik kepada seluruh wisatawan atau penyumbang PAD. Kami akan bekerja sesuai dengan program dan visi misi bupati,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, hingga bulan Juli 2019, PAD Disparpora Kabupaten Tegal mengalami penurunan. Dari target Rp 12 miliar, Disparpora baru mendapatkan sekitar 46,32 persen. Padahal, dalam setahun ini banyak momentum yang bisa mendatangkan wisatawan. Jika semester 2 nanti tidak bisa tercapai targetnya, maka pihaknya menduga ada kebocoran.

“Itu cuma dugaan saja. Semoga tidak terjadi,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Munif. (Wiwit/red64)

BERITA LAINNYA