Take a fresh look at your lifestyle.

Tetap Beroperasi, Obyek Wisata Desa Minta Diportal

100

SLAWI – Kendati Kabupaten Tegal telah masuk zona kuning penyebaran Virus Korona (Covid-19), namun sejumlah wisata yang dikelola desa ramai dikunjungi wisatawan. Mereka beroperasi secara sembunyi-sembunyi tanpa menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Dibukanya obyek wisata berisiko tinggi penyebaran Virus Korona, karena tidak hanya wisatawan lokal tapi juga wisatawan dari daerah lainnya,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Rizqo Wildan Aquinaldo, Jumat (12/6).

Menurut Rizqo, mestinya obyek wisata yang dikelola pemerintah desa patuh terhadap intruksi pemerintah. Karena jika dibiarkan pengunjung masuk ke tempat wisata tanpa menerapkan protokol kesehatan, dikhawatirkan dapat menyebarkan Virus Korona. Dia menyebutkan, wisatawan yang berkunjung tidak hanya dari desa setempat, tapi cenderung dari daerah tetangga seperti Pemalang, Brebes dan Kota Tegal.

“Sebaiknya menunggu intruksi dari Bupati. Jangan dibuka dulu, sehingga bisa menyesuaikan protap dan SOP new normal,” kata Rizqo, sapaan akrab Politikus Partai Gerindra itu.

Dia menyarankan, sebelum ada intruksi dari Bupati Tegal, alangkah baiknya obyek wisata yang dikelola pemerintah desa diportal. Tujuannya, supaya tidak ada pengunjung yang masuk. Sejauh ini, Rizqo mengaku kerap melihat ada beberapa tempat wisata yang masih buka. Wisatawan juga banyak yang berkunjung tanpa mengenakan masker dan tidak menerapkan social distancing. Menurutnya, kondisi itu rawan dengan penularan Covid-19.

“Saya tidak tahu apakah itu sengaja dibuka atau tidak. Intinya, tempat wisata harus diportal untuk mencegah penularan Covid. Terutama tempat wisata yang dikelola desa,” ujarnya.

Dia juga menyarankan, untuk mencegah penularan Covid, warga di sekitar lokasi obyek wisata juga harus patuh terhadap intruksi pemerintah. Diketahuinya, warga justru mempersilahkan wisatawan masuk tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Yang saya lihat, warga justru berjualan di kawasan obyek wisata. Ini sebenarnya salah,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Tegal, Sabilillah Ardie mengungkapkan, Kabupaten Tegal telah masuk zona kuning yang artinya warga masyarakat bisa beraktivitas di luar rumah. Tapi, tetap menerapkan protokol kesehatan. Namun untuk sektor kesenian, hiburan, rekreasi dan wisata belum bisa dibuka, karena masih berisiko tinggi para pengunjung luar daerah membawa Virus Korona. Hal itu berdasarkan kasus yang terjadi di Kabupaten Tegal dimana pasien positif Korona tertular setelah bepergian dari daerah pendemi Covid-19. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA