Take a fresh look at your lifestyle.

Tersangka Pembunuh ABG Jalani 35 Adegan Reka Ulang

113

SLAWI-Polres Tegal menggelar rekonstruksi pembunuhan Nur Khikmah (16), warga Desa Cerih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Selasa (20/8). Nur Khikmah dibunuh lima temannya di sebuah rumah kosong pada April 2019 lalu. Jasadnya  ditemukan dalam karung dan sudah menjadi kerangka pada 9 Agustus lalu.  Demi keamanan, rekonstruksi dilaksanakan di Komplek Asrama Polisi Kalibliruk Slawi.

Reka ulang memeragakan 35 adegan. Penjagaan dilakukan polisi lengkap dengan senjata  . Kelima tersangka , yakni Abdul Malik (20), Muhammad Sopro (18),Saiful Anwar  (24),  NL (17) dan AI (15) melakukan serangkaian adegan menggunakan baju tahanan Polres Tegal berwarna biru.

Selain jajaran penyidik Sat Reskrim Polres Tegal, tampak mengikuti jalannya rekonstruksi jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Slawi, Balai Pemasyarakatan (BAPAS), pengacara pelaku dan Pekerja Sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Tegal.

Kapolres Tegal , AKBP Dwi Agus Prianto melalui Kasatreskrim, AKP Bambang Purnomo mengatakan rekonstruksi digelar untuk melengkapi berkas kasus yang menjadi perhatian masyarakat saat ini. Setelah reka ulang ini, berkas perkara bisa segera dilimpahkan ke Kejari Slawi, agar bisa segera disidangkan.

“Rekonstruksi dilaksanakan disini (Aspol)  dengan berbagai pertimbangan. Akses menuju lokasi penemuan mayat cukup sulit. Selain itu agar tidak menimbulkan masalah karena keluarga korban dan pelaku tinggal di satu desa ”jelas Bambang Purnomo.

Serangkaian reka ulang yang  berjalan hampir dua jam itu berlangsung dengan lancar. Korban diperankan salah seorang personel Polres Tegal.

Jaksa Penuntut Umum dan Perkara, Ni luh Made Arie Adiningsih menyebutkan, dalam reka ulang itu, diperagakan bagaimana para tersangka dan korban bertemu di Wana Wisata Prabanlintang Bojong, dilanjutkan ke Tempat Pemandangan di Desa Gantungan, Jatinegara . Di tempat tersebut, mereka minum minuman keras, dan selanjutnya mereka menuju ke sebuag rumah kosong di Desa Cerih, Jatinegara. Di rumah kosong inilah, korban dihabisi oleh lima tersangka, yang terdiri atas tiga lak-laki dan dua anak perempuan.

Niluh Made mengatakan, dari rekonstruksi yang dilaksanakan siang itu, para pelaku melakukan pembunuhan itu dengan spontan. Artinya tidak ditemukan unsur perencanaan dalam kasus ini.

“Kami melihat mereka spontanitas melakukan perbuatan itu. Mungkin karena pengaruh minuman keras,” katanya. (Sari/Red 6)

BERITA LAINNYA