Take a fresh look at your lifestyle.

Terlantar, Pedagang Taman Pancasila Ancam Demo

293

TEGAL – Seratusan pedagang Taman Pancasila di depan Stasiun Kereta Api Kota Tegal terlantar akibat tempat berdagangnya dibongkar. Pedagang meminta agar segera disediakan lahan sementara untuk merelokasi para pedagang di eks Taman Poci itu. Jika tuntutan itu tidak dikabulkan, maka pedagang ancam demo.

Pantauan di lapangan, Taman Pancasila yang sebelumnya Taman Poci, kondisinya semrawut dengan penebangan pohon yang dilakukan Dinas Pemukiman dan Tata Ruang (Perkimtaru) Kota Tegal sejak Senin (20/1). Penebangan pohon yang biasanya dilakukan pada pagi hari, hanya dibiarkan berserakan. Bahkan, sebuah gerobak pedagang hancur akibat tertimpa pohon. Lahan pedagang semakin menyempit akibat batang pohon yang ditebang dibiarkan melintang di taman tersebut.

Ketua Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta), Edi Kurniawan menuturkan, pihaknya mengaku prihatin dengan kondisi pedagang di Taman Pancasila. Selain sudah kehilangan mata pencaharian, juga seolah-olah diusir secara paksa. Pasalnya, pedagang tidak diberi informasi akan adanya penebangan pohon.

“Hanya pagi hari menebangnya. Setelah itu, dibiarkan berserakan tanpa dibersihkan. Ini membuat pedagang tidak bisa berjualan,” ujar Edi.

Sebenarnya, lanjut dia, pedagang mendukung program revitalisasi Taman Pancasila. Namun, pedagang tidak diberikan tempat untuk berdagang sementara. Padahal, mereka harus tetap berdagang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sejak mulai dibongkar, pedagang sudah banyak yang tidak jualan. Dari 100 pedagang baju, mainan, makanan, dan pedagang lainnya, hanya 20 persen yang masih berdagang.

“Itu pun pendapatan berkurang drastis. Kami sudah menyampaikan melalui surat resmi ke Pemkot Tegal dan DPRD Kota Tegal untuk audiensi menyelesaikan persoalan ini. Tapi, belum ada tanggapan,” keluhnya.

Ia menegaskan, jika surat yang dilayangkan pada beberapa waktu lalu tidak segera ditindaklanjuti, maka pedagang siap untuk turun kejalan. Mereka akan menagih janji Pemkot yang menempatkan pedagang di lokasi sementara.

“Jika jalur resmi tidak bisa dilalui, maka kami akan melakukan jalur lainnya,” tegasnya.

Kepala Perkimtaru Kota Tegal, Eko Setiawan menjelaskan, penebangan pohon dilakukan untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Taman Pancasila. PT KAI merencanakan pembangunan dilakukan pada Februari 2020, tapi untuk pelaksanaan bulan April 2020. Terkait tidak adanya pemberitahun rencana penebangan pohon, Eko menegaskan bahwa taman itu tidak untuk berjualan. Jika ada yang mempertanyakan hal tersebut, maka minta informasi kepada yang memberikan izin terhadap pedagang.

“Status lahannya milik PT KAI, maka untuk sosialisasi dan penempatan kembali kewenangan PT KAI,” katanya.

Terkait dengan insiden penebangan yang menimpa gerobak, Eko kembali meminta pedagang untuk berkoordinasi dengan yang memberikan izin. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan izin berdagang di taman tersebut. “PT KAI minta dibersihkan, kita hanya melaksanakan seperti itu,” tegasnya. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA