Take a fresh look at your lifestyle.

Terkendala PSBB, Kota Tegal Raih Terbaik Ketiga se-Jateng

Sensus Penduduk Online (SPO) 2020

162

TEGAL – Meski terkendala dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun Kota Bahari mampu menduduki peringkat ke tiga dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Online (SPO) 2020 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) selama dua bulan.

Hal ini mengemuka, rapat evaluasi Sensus Penduduk 2020 dan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal berlangsung di Pendopo Ki Gede Sebayu, Senin (22/6). Hadir Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi serta Jajaran Forkopimda Kota Tegal.

Kepala BPS Kota Tegal, Agustinus Hariyanto mengatakan, tingkat partisipasi SPO 2020 Kota Tegal hingga 30 Mei 2020 pukul 00.12 WIB tercatat sebanyak 39.792 KK atau 48,36 persen, dengan jumlah 142.105 jiwa penduduk.

“Kita berhasil menempati urutan ke tiga paling tinggi tingkat partisipasi penduduknya dalam SPO se-Jateng. Kepada warga masyarakat, kami ucapkan terima kasih. Termasuk kepada para RT/ RW, Lurah dan Camat yang telah bersinergi menyukseskan SPO 2020,” terangnya.

Pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) BPS Kota Tegal secara langsung ditandatangani oleh Ketua BPS Kota Tegal dan disaksikan Forkopimda Kota Tegal.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada Kecamatan dan Kelurahan yang memiliki tingkat partisipasi tinggi dalam sensus penduduk online. Meliputi Kecamatan Tegal Timur, Kecamatan Tegal Barat, Kecamatan Margada dan Kecamatan Tegal Selatan.

Sedangkan presentase KK respon atau partisipasi Sensus Penduduk Online Kota Tegal menempatkan Kelurahan Pesurungan Kidul ditingkat pertama dengan 76 persen tingkat partisipasinya, disusul Kelurahan Keturen dan Kelurahan Slerok.

Sementara, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyampaikan, sensus ini merupakan momentum untuk menuju satu data kependudukan Indonesia, sesuai dengan Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.

Peraturan baru tersebut, diharapkan dapat mengatasi perbedaan data yang selama ini terjadi, termasuk data penduduk. Sebab, selama ini mengenal data penduduk menurut BPS, data penduduk menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta data penduduk menurut instansi tertentu.

“Berbagai macam data penduduk tersebut tidak sama, sehingga pengguna data mengalami kebingungan memilih data yang akan digunakan. Sensus penduduk 2020 merupakan momentum untuk menuju satu data kependudukan Indonesia,” tegasnya.

Selain itu, Dedy Yon juga menambahkan, pelaksanaan SPO 2020 memiliki manfaat bagi siapapun. Baik, pemerintah, dunia usaha, peneliti akademisi, organisasi masyarakat, jurnalistik dan banyak pihak lainnya. Bagi Pemerintah Kota Tegal, data sensus penduduk bisa dijadikan acuan atau pedoman dalam proses perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan dan evaluasinya.

“Agar program perlindungan sosial tepat sasaran, maka dalam perencanaannya akan memanfaatkan data sensus penduduk. Data jumlah penduduk dan distribusinya antar wilayah juga bermanfaat untuk perencanaan tata ruang, menghitung kebutuhan infrastruktur hingga layanan fasilitas publik,” pungkasnya.

Ditambahkan, pihaknya meminta kepada Camat, Lurah dan ASN Kota Tegal untuk bersama-sama berpartisipasi aktif dalam mendukung kelanjutan sensus penduduk di September 2020 mendatang. Mengingat Kota Tegal masih berada di peringkat ke tiga setelah Kabupaten Karanganyar dan Kota Magelang.

“Masih ada sekitar 51,64 persen KK atau sekitar 42,97 persen penduduk yang belum tercatat dalam sensus penduduk tahun 2020 ini. Untuk itu saya minta seluruh elemen dapat bekerjasama dan menjadikan Kota Tegal sebagai daerah yang terbaik,” pinta Dedy Yon. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA