Take a fresh look at your lifestyle.

Teknisi Kabel Optikal Ditangkap

127

* Konsumsi dan Sembunyikan Sabu di Jaket

TEGAL – Seorang teknisi sebuah perusahaan kabel optikal kelistrikan, yang sudah bekerja di Kota Tegal selama empat bulan terakhir, ditangkap Satres Narkoba Polres Tegal Kota.
Penangkapan berawal dari kecurigaan personel reserse narkoba markas kepolisian tersebut, yang melihat raut wajah pelaku yang mencurigakan. Kemudian dilakukan pendekatan.
”Ya personel kami kan sudah pengalaman melihat wajah pemakai atau pengonsumsi narkoba jenis sabu. Ini kok orang wajahnya mencurigakan,” terang Kasatres Narkoba Polres Tegal Kota AKP Bambang Margono didampingi KBO Ipda Joko Wahyudi dan penyidik Aipda Aziz Fahrudin, Senin (2/9).
Menurut dia, setelah dilakukan pendekatan dengan mengajak dialog santai, pelaku terlihat mulai gusar. Selanjutnya dari tas cangklong yang dibawa, ditemukan peralatan isap sabu, atau biasa dikenal dengan nama ”Bong”.
Dari penemuan alat isap itu, personel Satres Narkoba Polres Tegal Kota, kian curiga. Saat jaket pelaku digeledah, akhirnya temukan satu paket sabu yang dipelester warna cokelat, seberat 0,52 Gram. Sabu itu ditemukan di lubang kecil di ujung jaket.
Pelaku Diamankan
Barang bukti tersebut, akhirnya membuat pelaku berinisial WY alias Ucit (23) warga RT 17 RW 7, Dukuh Sanggrahan, Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY, diamankan Satres Narkoba Polres Tegal Kota.
Dihadapan penyidik, teknisi sebuah perusahaan kabel optikal kelistrikan itu mengaku, sudah mengonsumsi sabu sejak tahun 2011. Sedangkan paket sabu dibeli dari seseorang di Cirebon, Jabar, seharga Rp 800.000, usai menerima gaji dari perusahaan tempat dia bekerja.
Sabu itu diakuinya untuk dikonsumsi sendiri. Karena untuk menambah tenaga atau stamina, saat bekerja lembur. ”Saya sudah biasa seperti ini. Kalau ada kerja lembur, ya isap sabu. Biar tidak cepat lelah atau mengantuk,” ucap pelaku.
Menurut Kasat Narkoba AKP Bambang Margono, meski barang bukti yang ditemukan di jaket pelaku relatif kecil, tapi ancaman hukumannya cukup berat. Hal itu merujuk pada Pasal 112 Ayat (1) junchto Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara, dengan denda maksimal Rp 8 miliar.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA