Take a fresh look at your lifestyle.

Tekan Tunggakan Pelanggan, Perumda Tirta Baribis Gandeng Kejari

- Tunggakan Capai Rp 1,3 Miliar

13

BREBES, smpantura.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Baribis Brebes selaku pengelola air bersih daerah, kini menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes. Langkah ini dilakukan jajaran manajemen, untuk menekan tunggakan pelanggan air bersih, yang kini mencapai Rp 1,3 miliar. Petugas Kejari Brebes akan menyambangi rumah pelanggan yang menunggak dan bandel, untuk memberikan edukasi.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Baribis Brebes, Agus Isnoyo mengatakan, tunggakan rekening pembayaran langganan air bersih, tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Brebes. Nilainya mencapai Rp 1,3 miliar. Dari pelanggan yang menunggak kewajibannya tersebut, terdiri dari tunggakan lancar dan tidak lancar. Sedangkan untuk pelanggan di wilayah lain, nilai tunggakannya relatif kecil.

“Tunggakan yang mencapai Rp 1,3 miliar ini, hanya untuk pelanggan di wilayah Kecamatan Brebes. Ini beras dari 13.830 rekening pelanggan. Kalau untuk pelanggan di wilayah lain, tunggakannya relatif kecil dan masih memenuhi target kami,” ungkapnya, Rabu (4/8).

Menurut dia, persoalan tunggakan pelanggan itu memang menjadi permasalahan yang serius ditangani. Salah satu upayanya, pihaknya kini telah bekerjasama dengan Kejari Brebes untuk menyelesaikan para pelanggan yang bandel tersebut. Dalam kerjasama itu, nantinya para pelanggan yang telah diperingati tiga kali, dan tetap belum menyelesaikan tunggakannya akan didatangi petugas Kejari. Mereka nantinya akan diberi edukasi terkait tunggakan tersebut oleh petugas yang datang. Sedangkan untuk tindakan, baik pemutusan sambungan, tetap menjadi kewenangan petugasnya.

“Kerjasama ini sudah kami tandatangani bersama Kejari. Intinya, petugas Kejari nantinya akan memberikan edukasi kepada pelanggan yang menunggak ini. Sehingga, kami harapkan mereka bisa menyelesaikan kewajibannya,” terang dia

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 dirasakan juga berpengaruh terhadap kelancaran pembayaran pelanggan. Namun demikian, target penagihan pembayaran pelanggan masih terpenuhi. Di tahun 2020 lalu misalnya, target penagihan pembayaran pelanggan sebesar 95 persen bisa terpenuhi. Artinya, hanya 5 persen pelanggan yang menunggak. Sedangkan jumlah total pelanggan saat ini mencapai 42.000 sambungan. “Dibanding sebelum pandemi, memang prosentase tunggakan tagihan lebih kecil. Yakni, di bawah 5 persen,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA