Take a fresh look at your lifestyle.

Tekan Pengangguran Terbuka, Pemkab Tegal Dorong Pertumbuhan Wirausaha Pemuda

Calon Bos Muda Simak Pembekalan dengan Berjemur

137

SLAWI- Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Litbang , pada tahun 2020 ini menggelar program Penumbuhan Wirausaha Pemuda Babak Kedua.

Program Penumbuhan Wirausaha Pemuda merupakan satu dari sembilan program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tegal tahun 2019-2024 yang sering disebut dengan jargon Tegal Golet Boss Muda.

Program yang diminati ratusan pemuda ini, bertujuan untuk mewujudkan peluang berwirausaha dan secara nyata memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.

Proses pendaftaran peserta program Penumbuhan Wirausaha Pemuda Babak Kedua ini telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu. Melalui penjurian yang ketat, 100 peserta dengan ide gagasan yang beragam dan brilian,  terpilih untuk mengikuti seleksi berikutnya menuju 50 besar.

Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan sambutan di hadapan calon bos muda saat pembekalan 100 wirausaha pemuda Kabupaten Tegal, di lapangan komplek perkantoran Pemkab Tegal, Kamis (16/7). (smpantura.com/Sari)

Sebelumnya, melangkah ke tahap seleksi 50 besar, 100 peserta mendapat pembekalan dari mentor program wirausaha pemuda. Pembekalan  dilaksanakan Kamis (16/7) di lapangan komplek perkantoran Pemkab Tegal, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, agar tetap produktif dan aman.

Diantaranya harus melalui pengecekan suhu tubuh, wajib mencuci tangan dan menjaga jarak saat di tempat  registrasi maupun saat mengikuti kegiatan pembekalan.

Pembekalan dilakukan di tengah lapangan dengan duduk berjemur di ba

wah sinar matahari, mulai pukul 08.00 hingga 10.00. Mereka  membawa payung dari rumah.

Acara yang dibuka Bupati Tegal Umi Azizah itu, tak hanya mengajak peserta menerapkan protokol kesehatan, tetapi  juga menerapkan prinsip ramah lingkungan. Untuk mengurangi sampah plastik, pagi itu peserta dan tamu undangan diminta membawa tempat minum dan isinya dari rumah.

Keterlibatan penyandang difabel juga terlihat dengan turut sertanya penyandang difabel sebagai peserta program Wirausaha Pemuda dan anggota  Difabel Slawi Mandiri (DSM) yang tergabung dalam Includia Band.

Kepala Bappeda dan Litbang  Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa menyampaikan, pelaksanaan program Wirausaha Pemuda pertama kali dilaksanakan tahun 2019.

Pada tahun tersebut, telah tumbuh top 28 wirausaha pemuda pemula dengan pengembangan usaha sesuai dengan klaster industri/ekonomi selaras dengan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Tegal yang tercantum dalam dokumen strategis daerah.

“Program ini masuk ke tahun kedua. Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, hal ini dinilai sebagai salah satu bentuk penanganan dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19,”sebutnya.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal,  Edy Sucipto menyebutkan, proses pendaftaran dilakukan secara daring. Setelah terpilih 100 peserta, akan dilakukan seleksi untuk mendapatkan 50 besar. Dan pada akhirnya akan terpilih 28 peserta. Mereka inilah yang  akan mendapat pendampingan selama dua tahun dan insentif dari Pemkab Tegal sebesar Rp 15 juta per orang.

Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan selamat kepada 100 peserta yang telah terpilih.  Melalui kegiatan tersebut, mereka diharapkan mendapat wawasan baru.

Menurutnya, meskipun hanya 28 peserta yang akan mendapat pendampingan, namun peluang sukses tetap terbuka bagi semua peserta

“ Peluang untuk sukses terbuka bagi siapa saja. Kata kuncinya adalah kesungguh-sungguhan, keseriusan, komitmen dan kemauan,”sebutnya.

Umi menyebutkan, genetika wirausaha sudah melekat dan mendarah daging pada masyarakat Kabupaten Tegal. Ini menjadi modal yang luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Tegal.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersama-sama memajukan iklim wirausaha kita untuk menjawab tantangan bonus demografi dan menekan angka pengangguran terbuka ,”ucapnya.

Umi menyebutkan pada tahun 2030,  jumlah penduduk usia kerja 15 tahun sampai dengan 35 tahun di Indonesia termasuk Kabupaten Tegal akan mencapai 65 persen.

“Jangan sampai jumlah yang banyak ini akan menjadi beban kita, justru sebaliknya, kita genjot menjadi sebuah potensi yang bisa mengantarkan Indonesia menjadi negara maju,”imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Kewirausahaan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Imam Gunawan yang hadir di acara tersebut, menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan upaya menambah jumlah wirausaha muda baru di Indonesia.

“Ini untuk meningkatkan daya saing perekonomian Indonesia dan program ini menjadi prioritas nasional terkait ketahanan ekonomi,”tuturnya.

Menurutnya, selain menambah jumlah wirausaha muda baru, Kemenpora juga ingin memastikan upaya untuk menumbuhkannya berlangsung terus menerus. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

 

BERITA LAINNYA