Take a fresh look at your lifestyle.

Tega Buang Bayi, Seorang Mahasiswi Ditangkap

172

BREBES – Seorang mahasiswi ditangkap jajaran Satreskrim Polres Brebes, kemarin. Ia diringkus lantaran diduga menjadi pelaku pembuang bayi yang ditemukan warga di pekarangan rumah, di Desa Kendaga, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Pelaku adalah Rizki Safitri (19), warga Kecamatan Larangan, Brebes. Ia merupakan seorang mahasiswi sementer II di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Tegal. Pelaku ditangkap di rumahnya di Kecamatan Larangan.

Kapolres Brebes, AKBP Aris Supriyono melalui Kasar Reskrim, AKP Tri Agung Suryomicho mengungkapkan, kasus itu terbongkar berawal dari ditemukanya sesosok mayat bayi perempuan oleh warga di pekarangan rumah masuk Desa Kendaga, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Minggu 11 Agustus lalu. Mayat bayi yang baru berumur satu hari itu ditemukan warga terbungkus kantong plastik hitam. Saat itu seorang warga berniat membuang sampah di pekerangan dan curiga melihat bungkusan kantong plastik tersebut. Setelah dicek ternyata berisi mayat bayi berserta plasentanya (ari-ari, red). Penemuan mayat bayi itu kemudian dilaporkan ke Mapolrek Larangan.

“Dari penemuan bayi ini, kemudian anggota kami melakukan penyelidikan dan diketahui pelakunya adalah RS. Bayi itu merupakan hasil hubungan gelap pelaku dengan kekasihnya,” kata Kasat, Kamis (15/8).

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut dia, pelaku tega membuang darah dagingnya itu karena malu. Menginggat, statusnya yang belum menikah. Bahkan, pelaku juga diketahui melakukan proses persalinan sendiri di kamar mandi di rumahnya. “Modus pelaku nekat membuang bayinya ini, karena takut diketahui orang tuannya, lantaran hamil sebelum nikah,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, akibat perbuatannya itu, pelaku diancam pasal 80 ayat (3) atau (4) jo pasal 76C UU RI No.17 tahun 2016 tentang perubahan perppu No.1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang atau pasal 341 KUHP. “Pelaku ini kami ancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.

(Setiawan/red2)

BERITA LAINNYA