Take a fresh look at your lifestyle.

Tanpa Jaga Jarak, Warga Nekat Berdesakan Antre Pencairan BTS

105

BREBES – Ribuan warga penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BTS) di Kota Brebes, Rabu (26/8), nekat berdesak-desakan saat mengantre pencairan bantuan bagi warga yang terdampak pendemi virus corona (Covid-19), di Kantor Pos Brebes. Ironisnya, di tengah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Brebes yang mengalami penambahan jumlah, warga justru berdesakan tanpa mengindahkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak.

Pantauan Suara Merdeka di lapangan, ribuan warga dari beberapa desa di Kecamatan Brebes tersebut sudah mulai memadati halaman Kantor Pos Brebes, sejak pukul 07.00. Mereka rela mengantres sejak pagi untuk mencairkan BTS Covid-19 tahap empat dan lima. Meski petugas kantor pos sudah menyiapkan lokasi mengantre, tetapi para warga terlihat tidak mengindahkan protokol kesehatan saat mengantre.

Mereka justru berdesakan dan tidak menjaga jarak. Para warga yang mengantre itu hanya memakai masker. Sementara proses pemeriksaan suhu juga tidak nampak dilakukan di tempat tersebut. Tak hanya itu, pengawasan terhadap protokol kesehatan yang diterapkan juga minim. Bahkan, tidak nampak petugas yang melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap protokol kesehatan.

Siti (40) salah seorang penerima BTS mengaku, telah menunggu antian selama lebih dari dua jam, tetapi belum juga terlayani. Padahal dengan kondisi antrean yang berdesakan, dirinya khawatir dengan penularan Covid-19. Namun pihaknya nekat tetap ikut berdesakan agar bisa terlayani lebih awal. “Kalau masker saya pakai. Tapi, tetap khawatir penularan karena antreannya harus berdesakan tanpa menjaga jarak. Tapi, kalau tidak berdesakan nanti saya tidak bisa terlayani. Jadi, terpaksa nekat, semoga tidak tetap sehat,” tutur warga Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes ini.

Hal senada dikatakan Jamal (42), warga Terlanggu. Dia mengaku, sudah mengetahui imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan yang harus dilaksanakan saat pendemi Covid-19. Makannya, ia pun datang dengan menggunakan masker. Namun saat mengantre kondisinya harus berdesakan tanpa menjaga jarak. Sehingga, terpaksa nekat ikut berdesakan. Sebab, kalau tidak ikut bisa-bisa akan menunggu lama. “Ya mau gimana lagi, kondisinya memaksa kami harus berdesakan. Kalau tidak nanti saya yang terlayani,” ujarnya.

Sementara Humas Kantor Pos Brebes, Nanang Purwanto mengatakan, sebenarnya Kantor Pos sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk penerapan protokol kesehatan. Di antaranya, mengatur warga yang mengantre dengan pembatas tali dan bambu. Petugas yang melayani juga dilengkapi alat pelindung diri seperti masker, faceshield hingga kaos tangan. Namun karena kondisi masyarakat yang mengajukan pencairan sangat banyak, sehigga mereka nekat berdesakan. Di sisi lain, petugas dari instansi terkait untuk penjagaan dan pengawasan juga tidak ada. Padahal pihaknya sudah berkoordinasi sejak lama. “Kalau masker kami minta warga wajib memakainya. Termasuk, melakukan cuci tangan di tempat yang kami sediakan. Tapi, karena jumlah warganya sangat banyak tidak bisa dihindari mereka saling berdesakan,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada penyaluran BTS kali ini merupakan penyaluran tahap ke empat dan ke lima kali. Besar nominal yang diberikan masing-masing penerima manfaat sebesar Rp 300.000. Nominal bantuan itu lebih sedikit dari tahap pertama hingga tahap ke tiga yang sebesar Rp 600.000. Pencairan kali ini diperuntukan bagi penerima manfaat di lima desa/ kelurahan di Kecamatan Brebes, dengan total sebanyal 1.986 orang. Yakni, Kelurahan Gandasuli, Kelurahan Brebes, Desa Pulosari, Desa Terlanggu dan Desa Banjaranyar. “Ini pencairan BTS tahap ke empat dan lima. Nominal yang diterima Rp 300.000 per penerima manfaat,” pungkasnya.

(setiawan/red2)

BERITA LAINNYA