Take a fresh look at your lifestyle.

Tangani Banjir Rob di Brebes, Disiapkan Anggaran Rp 500 M

320

BREBES – Pemkab Brebes akan segera menangani dan mengantisipasi bencana banjir rob, yang setiap tahun melanda wilayah pesisir pantura Brebes. Bahkan, untuk penanganan rob itu Pemkab juga telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp 500 miliar.

“Telah kami siapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar guna pembangunan penahan rob di lima kecamatan. Yakni, Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes,” ungkap Bupati Brebes, Idza Priyanti saat pemberian bantuan sembako di Balai Desa Prapag Kidul, kemarin malam.

Dia mengatakan, penanganan dan antisipasi banjir rob akan dilakukan dengan berbagai upaya. Di Kecamatan Losari misalnya, selain pembangunan penahan rob, juga dilakukan penyedotan air, peninggian jalan dan pembangunan tanggul. Semua penanganan itu akan dilaksanakan dalam anggaran pembangunan tahun depan.

“Kami akan lakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi semaksimal mungkin demi kenyamanan dan keamanan warga di wilayah pesisir pantura Brebes. Apalagi pandemi virus corona belum usai,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, peninggian jalan ada pada anggran Pemkab Brebes. Sedangkan pembangunan tanggul akan dibangun pada program nasional. Sesuai Perda Nomor 13 mengenai Kawasan Industri Brebes (KIB) dan dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) yang tertulis pada Peraturan Presiden Nomor 79 tahun 2019, yang intinya kawasan prioritas pembangunan nasional akan dilaksanakan. “Ini seperti halnya apa yang dibutuhkan warga termasuk pembangunan tanggul tersebut,” ungkapnya.

Sementara Camat Losari, Sumarno mengatakan, aanya bantuan dari Pemkab itu tentunya akan meringankan beban warga. “Rob ini terjadi merupakan siklus tahunan, hanya memang dari kabar warga rob tahun ini lebih besar dari tahun sebelumnya,” katanya.

Dia melaporkan, rob melanda tiga desa di Kecamatan Losari, diataranya Desa Prapag Kidul, Prapag Lor dan Karangdempel. Dia juga berharap rob cepat surut, sehingga warga bisa beraktifitas seperti biasa. “Dari masyarakat sendiri, mulai kepala desa sampai Karang Taruna bahu membahu membantu warga. Dapur umum juga dibuat untuk penyediaan makanan,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA