Take a fresh look at your lifestyle.

Tanah Bergerak Terjadi Lagi di Sirampog, Tujuh Rumah Rusak

74

BUMIAYU- Bencana tanah bergerak menerjang Dukuh Pereng, Desa Kaligiri, Kecamatan Sirampog, Brebes. Akibat bencana geologi ini, tujuh rumah rusak sedang hingga berat. Satu keluarga juga terpaksa mengungsi karena kondisi rumahnya membahayakan.

Kepala Desa Kaligiri Rosidin mengatakan, bencana tanah bergerak mulai terjadi pada Jumat (12/2) malam, menyusul hujan yang melanda sejak sore hingga malam.”Hujan membuat kondisi tanah labil,” kata dia.

Menurutnya, pergeseran tanah tersebut membuat tujuh rumah warga rusak sedang hingga berat.”Kerusakannya meliputi lantai dan dinding retak dan ambles. Kondisi rumah juga miring karena pilarnya pecah akibat pergerakan tanah,” kata kades.

Selain tanah bergerak, hujan lebat juga mengakibatkan talut penahan Sungai Pedes dan Bendung Irigasi Glempang jebol.”Bendung tidak berfungsi lagi. Ada ratusan hektare sawah di Desa Mendala dan Buniwah yang mengandalkan pengairan dari bendung ini,” katanya.

Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Brebes Posko Bumiayu Budi Sujatmiko mengatakan, tanah bergerak diduga akibat talut penahan Sungai Pedes di bawah permukiman warga longsor.”Namun untuk memastikan perlu penelitian dari tim geologi,” kata dia.

Menurutnya, ada 7 KK atau 43 jiwa terdampak bencana tanah bergerak tersebut. Rumah mereka rusak sedang hingga berat. Masing-masing milik Tarko, Wakholi, Ropi’I, Indra, Satori, Toipah, Karto dan Taryo.”Satu keluarga atas nama Taryo mengungsi karena rumahnya membahayakan,” kata Budi.

Bencana tanah bergerak ini merupakan kali ketiga terjadi di Kecamatan Sirampog sejak Januari 2021. Dua kejadian sebelumnya di Desa Manggis dan Desa Plompong.(*)

BERITA LAINNYA