Take a fresh look at your lifestyle.

Tampung Aspirasi, Agung Satria Kunjungi Korban Banjir

212
  • Kunjungan Dapil

PEKALONGAN – Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Agung Satria Hermawan, melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya (dapil) di wilayah Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, Sabtu (7/3). Dalam kunjungan tersebut, Agung, begitu ia akrab disapa, bersama unsur komunitas menggelar pemeriksaan dan pengobatan gratis di Kelurahan Pasirsari Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, yang mayoritas warganya terdampak banjir. Dalam pengobatan gratis tersebut, disambut antusias ratusan warga setempat yang memeriksakan kesehatannya paska perkampungannya dilanda banjir. Tak hanya itu, kunjungan yang sama dilakukan di Randu Jajar Desa Karangjompo dan Tegaldowo, disana ia menyerahkan bantuan sejumlah sembako yang diberikan langsung kepada warga terdampak banjir.

“Kunjungan dapil ini disamping menampung aspirasi, juga dilakukan bakti sosial pengobatan gratis sekaligus menyerahkan bantuan sembako. Mudah-mudahan melalui kegiatan dimaksud, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Agung Satria Hermawan, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pekalongan itu, usai melakukan kunjungan dapil, Sabtu (7/3). Pihaknya menambahkan, kunjungan dapil dilakukan untuk bertemu langsung dengan berbagai komunitas maupun instansi, sehingga apa yang menjadi aspirasi mereka, maka diterima dan disampaikan dalam forum-forum sidang di DPRD Jawa Tengah. Kedatanganya dan bertemu dengan masyarakat, kata dia, merupakan kewajiban dirinya sebagai wakil rakyat.

“Saya berada disini merupakan kewajiban saya sebagai wakil masyarakat,dengan harapan bisa mendengar dan melihat secara langsung apa yang diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat, saya akan tampung masukan dan usulan kemudian akan saya bawa ke provinsi,akan saya kawal dan saya perjuangkan,” tegas Agung. Pihaknya berharap,warga harus pro aktif menyuarakan kebutuhan didaerahnya, karena itu memang sudah menjadi hak warga. Warga masyarakat, lanjut dia, harus berani menyuarakan kebutuhan pembangunan di daerahnya masing – masing, karena warga biasanya lebih mengerti akan kebutuhan pembangunan di lingkunganya sendiri. (Kuswandi/Red9).

BERITA LAINNYA