Take a fresh look at your lifestyle.

Tak Lolos Seleksi PPPK, Pegawai K2 dan Guru PAI Mengadu ke DPRD Kabupaten Tegal

102

SLAWI, smpantura.com – Sejumlah pegawai yang masuk Kategori 2 (K2) di Kabupaten Tegal dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bernaung di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal mengadukan nasibnya ke Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, baru-baru ini. Mereka meminta dukungan DPRD untuk bisa lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Hj Noviatul Faroh mengatakan, jumlah pegawai K2 yang tersisa sebanyak 83 orang, dan mereka mengikuti seleksi PPPK pada 13-17 September 2021. Seleksi dengan menggunakan computer assisted test (CAT). Kendati belum diumumkan secara resmi, tapi dari hasil CAT tidak ada yang mencapai. passing grade. Hal itu membuat mereka mengadukan ke Komisi IV.

“Mereka mengharapkan afirmasi masa kerja dan umur bisa menolong agar lulus PPPK,” katanya.

Sementara itu, lanjut dia, guru PAI yang juga ikut seleksi PPPK sebanyak 24 orang, pesisimis bisa lolos seleksi PPPK. Namun, mereka optimis bisa lolos seleksi jika sertifikat Pendidikan Profesi Guru (PPG) bisa diafirmasi menjadi nilai tambahan sebanyak 100 persen. Sayangnya, hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan Kemendikbud tidak dicantumkan memiliki sertifikat PPG.

“Semua guru PAI yang ikut seleksi PPPK tidak dicantumkan memiliki sertifikat PPG. Padahal, nilai afirmasinya tinggi,” ujarnya.

Dijelaskan, sertifikat PPG guru PAI dikeluarkan Kemenag. Sementara itu, hasil seleksi administrasi yang dikeluarkan Kemendikbud tidak dicantumkan memiliki sertifikat itu. Ia menduga bahwa Kemenag dan Kemendikbud tidak koordinasi tentang sertifikat PPG guru PAI.

“Kami akan undang Kemenag terkait persoalan ini. Jalan satu-satunya saat ini yakni dari tambahan nilai sertifikat PPG,” jelas Ketua Fraksi PKB Kabupaten Tegal itu.

Ditambahkan, pengumuman hasil seleksi PPPK akan dilakukan pada 24-27 September 2021. Rentan waktu itu juga bisa digunakan peserta untuk mengajukan sanggahan. Pegawai K2 dan guru PAI diminta untuk memanfaatkan waktu sanggah untuk memperjuangkan nasibnya.

“Manfaatkan masa sanggah buat memperbaiki nilai tambah. Kami berharap pegawai K2 dan guru PAI bisa lolos semua,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA