Take a fresh look at your lifestyle.

Tak Berhasrat Nyalon Wali Kota Pekalongan

114

PEKALONGAN – Ketika nama Yoyok Riyo Sudibyo terdengar menangani kesebelasan Persip Pekalongan, banyak masyarakat di Kota Pekalongan bertanya-tanya, ada apa dibalik semua itu. Apakah keberadaannya di tim kebanggaan masyarakat Kota Batik ini ingin menyalonkan diri sebagai Wali Kota di daerah itu. Pasalnya, laki-laki kelahiran Batang, 23 April 1972 ini merupakan mantan Bupati Batang sehingga menjelang Pilkada Kota Pekalongan tahun 2020 kemudian mendekatkan diri ke masyarakat.
Semua pertanyaan itu akhirnya terjawab ketika dia memgumpulkan para suporter, pemain. Persip Pekalongan, dan sejumlah media di kantor KONI setempat. Di hadapan mereka, purnawirawan Mayor Arh ini menegaskan kalau dirinya tak berhasrat nyalon saat Pilkada di Kota Pekalongan.
”Sampai saat ini, tidak ada niatan saya mencalonkan diri sebagai Wali Kota. Saya sekarang fokus untuk membantu dan membesarkan tim Persip Pekalongan,” tegasnya.
Kemudian dia membeberkan kenapa bisa sampai menangani dan menjadi Manajer tim berjuluk Laskar Kalong. Awalnya dihubungi oleh Saipul, yang sekarang menjadi asistennya di ti, Persip Pekalongan agar bisa bergabung dengan tim ini. Alasanya, pada saat itu sebentar lagi pendaftaran peserta Liga 3 Jawa Tengah dan Persip sama sekali belum ada kejelasan apakah mau mendaftar atau tidak.
Karena Yoyok memang hobi dengan sepak bola, maka dia tak menjawab langsung tawaran tersebut, namun tetap memberikan harapan.
Dia kemudian menghubungi beberapa orang untuk mencari informasi mengenai bagaimana sebenarnya manajemen tim itu. Langkah awal, dirinya menemui sejumlah orang yang pernah menangani tim itu dan menanyakan beberapa hal, termasuk kepemilikan Persip Pekalongan yang sebelumnya berbadan hukum atau PT.
Setelah menimbang beberapa hal, akhirnya dengan ikhlas Yoyok pun ”nekat” menangani Persip. Alasannya, sejak tidak menjabat sebagai Bupati Batang, aktivitasnya yakni sebagai pedagang dan tinggal di Kota Pekalongan. Karena sudah menjadi salah satu bagian dari masyarakat maka wajar saja apabila ingin membesarkan tim kebaggaan di daerahnya yang sedang dalam kondisi memprihatinkan.
”Keputusan yang saya ambil memang sangat nekat. Sebab saya harus mempersiapkan tim hanya dua minggu sebelum kompetisi resmi Liga 3 Jawa Tengah digulirkan,” paparnya.
Walau begitu, dia tetap yakin karena ketika menjadi ”Lurah” di Kabupaten Batang pernah menangani tim sepak bola setempat. Yoyok lalu meghubungi sejumlah kerabatnya di Batang dan menghubungi langsung pelatih Lukan Tumbuan agar membantu dan bergabung dengan tim barunya. Mantan pelatih Persibat Batang itu ternyata datang ke Kota Pekalongan dan beberapa hari kemudian mulai melakukan aktifitasnya.
Alhamdulilhah, katanya, meski persiapannya mepet namun bisa kinerjanya bisa membawa harapan para pecinta sepak bola di Kota Pekalongan. Dari delapan kali pertandingan di penyisihan grup 2 Liga 3 Jawa Tengah, Persip menyapu bersih 24 nilai yang disediakan.
”Ini semua bukan hanya kerja keras kami sebagai manajemen tim, namun dukungan dari para suporter yang ada di sini sangat berperan penting dalam perjuangan Persip Pekalongan,” ujarnya.
Mengingat sudah dipercaya oleh masyarakat, maka Yoyok pun akan berusaha semaksimal mungkin menjaga amanah tersebut. Semua hal yang terkait dengan anggaran di tubuh manajemen bisa dilihat oleh masyarakat umum. Dia akan berusaha menerapkan manajamen trasnparasi sehingga saat mengelola tim tidak menjadi terbebani.

(Moch Achid Nugroho/ red2 )

BERITA LAINNYA