Take a fresh look at your lifestyle.

Tak Ada Vaksin Kedaluwarsa di Tegal

99

TEGAL, smpantura.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, dr Sri Primawati menegaskan tidak ada vaksin kedaluwarsa di Kota Bahari. Bahkan, saat ini pihaknya masih kekurangan vaksin untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

“Vaksin kedaluwarsa di Kota Tegal tidak ada, sudah habis semua untuk stok yang lama. Dari awal, kita mendapat yang single dus sekitar 4.710 vial dan terpakai 4.694. Sedangkan, enam belas vial vaksin rusak tidak bisa dipakai,” ungkap Prima saat ditemui wartawan, Rabu (24/3).

Dijelaskan Prima, proses vaksinasi dibagi menjadi empat tahapan. Dimana untuk tahap pertama diberikan kepada tenaga kesehatan, tahap kedua petugas pelayanan publik serta lansia, tahap ketiga untuk masyarakat rentan dan tahap keempat diberikan kepada masyarakat umum.

Saat ini, lanjut Prima, pihaknya telah mencapai vaksinasi tahap kedua. Karena untuk vaksinasi tahap pertama sudah selesai 100 persen. Adapun untuk fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu melaksanakan vaksinasi di Kota Tegal mencapai 15 unit.

“Ada tiga rumah sakit, delapan puskesmas dan empat klinik yang bisa melakukan vaksinasi. Lalu untuk vaksinator di Kota Tegal ada 110 orang,” bebernya.

Sementara, untuk jumlah total sasaran vaksinasi empat tahap di Kota Bahari mencapai sekitar 101.680 jiwa. Dari jumlah tersebut telah tercapai 14,78 persen atau baru sekitar 15.030 jiwa.

Sedangkan untuk sasaran vaksin terhadap tenaga kesehatan mencapai 2.825, petugas pelayan publik 83.088 dan lansia 18.592. Selain itu, untuk pendataan sasaran pada ASN jumlahnya mencapai 6.085 dan pedagang pasar 3.304 orang.

“Jumlah vaksin yang kita terima single dus itu ada 4.710 vial. Single dus berisi satu vial atau satu dosis untuk satu orang. Sedangkan tahap kedua, kita menerima multi dus, satu vial mampu untuk 10 orang. Untuk multi dus kita menerima 3.340,” jelasnya.

Ditambahkan, sesuai rencana, Dinkes Kota Tegal akan kembali mengambil kembali 1.000 vial untuk 10.000 dosis atau penerima. Sebab, dari vaksinasi tahap dua Dinkes baru menerima 3.340 vial.

“Dari alokasi 20.360 masih ada kekurangan 17.020 vial. Untuk itu, kita akan diambil lagi 1.000 untuk 10.000 dosis,” tandasnya. (T03-red)

 

BERITA LAINNYA