Take a fresh look at your lifestyle.

Tahun Ini, 5.990 Paket Pengadaan Langsung Dilaksanakan di Pemkab Brebes

- Nilai Total Mencapai Rp 368,5 M, Terbesar di DPSDAPR

127

BREBES, smpantura.com – Sebanyak 5.990 paket pengadaan langsung, dengan nilai total mencapai Rp 368, 5 miliar, dilaksanakan di jajaran Pemkab Brebes tahun 2021. Paket pekerjaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Brebes itu, tersebar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di 17 kecamatan yang ada.

Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Pemkab Brebes, Ismawan mengungkapkan, berdasarkan data rencana umum pengadaan, total paket pengadaan langsung di tahun anggaran 2021 sebanyak 5.990 paket, dengan mencapai Rp 368,5 miliar. Rinciannya, pekerjaan dengan pagu anggaran antara Rp 50 juta -Rp 200 juta, sebanyak 1.200 paket. Sisanya, merupakan pekerjaan dengan pagu Rp 0-50 juta sebanyak 4.790 paket. Dari total paket pengadaan langsung tersebut, 1.200 paket yang nilai pagunya Rp 50 juta – Rp 200 juta, dilaksanakan secara elektronik melalui ULP. Dari jumlah itu, pekerjaan yang sudah dilaksanakan sebanyak 1.006 paket. Sedangkan untuk pekerjaan yang dilelangkan, pihaknya telah menyelesaikan sebanyak 123 paket, dengan nilai total Rp 272,224 miliar.

“Dari pekerjaan yang dilelangkan ini, kami bisa memberikan efisiensi anggaran sebesar Rp 21.182.194.000 atau sekitar 7.7 persen. Sementara untuk paket pengadaan langsung yang dilaksanakan melalui elektronik di ULP sebanyak 1.200 paket, kami bisa mengefisiensi anggaran sebesar Rp 2,5 miliar,” ungkapnya, Rabu (22/9).

Berdasarkan data rencana umum pengadaan di sistem ULP, ungkap dia, ribuan paket pengadaan langsung tersebut tersebar di seluruh OPD dan kecamatan di jajaran Pemkab Brebes. Sejumlah OPD dan kecamatan yang mempunyai paket pengadaan langsung cukup besar di antaranya, di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDA dan PR) Pemkab Brebes, di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Selanjutnya, Dinas Perikanan dan Dinas Kesehatan. “Kalau kita lihat dari struktur anggarannya, memang pengadaan langsung ini nilainya lebih besar dibanding dengan pekerjaan yang dilelangkan. Namun dalam pengadaan langsung ini mencakup belanja kedinasan yang bersifat rutinitas dan barang-barang yang sederhana,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari jumlah total pengadaan langsung tahun ini sebanyak 5.990 paket tersebut, baru sebanyak 1.200 paket yang dilaksanakan secara elektronik di ULP. Sehingga masih ada sekitar 4.000 paket lebih yang belum dilaksanakan secara elektronik di ULP. “Kami belum tahu dari 4.000 paket ini pengadaannya di setiap OPD dilaksanakan secara elektronik apa manual. Harapan kami semua OPD melaksanakan pengadaan langsung ini secara elektronik, sehingga bisa diketahui data secara realtime apakah pengadaan ini sudah dilaksanakan, ditunda atau ada efisiensi,” paparnya.

Dia menambahkan, sesuai hasil supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara profesional itu diharapkan ada pemisahan dari segi perencanaan, pemilihan penyedia, saat pelaksanaan dan monitoring. Sehingga, diharapkan pada saat pengadaan barang dan jasa dilaksanakan secara sentralisasi di ULP. “Berdasarkan surat edaran Sekda Brebes, pengadaan barang dan jasa dengan nilai Rp 50 juta – Rp 200 juta ini memang harus wajib menggunakan elektronik pengadaan langsung, baik dilakukan oleh ULP atau pejabat fungsional yang ada di masing-masing OPD,” pungkasnya.*

Berikut lima OPD di Pemkab Brebes yang mempunyai alokasi anggaran pengadaan langsung terbesar di tahun 2021 :
1. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (DPSDA dan PR)
Senilai Rp 52,94 miliar, jumlah paket 408.
2. Dinas Pekerjaan Umum
senilai Rp 35,80 miliar, Jumlah paket 413.
3. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
senilai Rp 15,37 miliar, jumlah paket 653.
4. Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
senilai Rp 14,29 miliar, jumlah paket 207.
5. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
senilai Rp 7,38 miliar, jumlah paket 293 paket.
(sumber : http://lpse.brebeskab.go.id

(T07-red)

BERITA LAINNYA