Take a fresh look at your lifestyle.

Suwanto Bahagia Sambut Putrinya Pulang dari Wuhan

167

TEGAL – Haru bahagia dirasakan Suwanto Soemarko (60), warga Jalan Cempedak Gang 1 Nomor 11, RT 08/ RW IV, Kelurahan Kraton, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal. Guratan di dahinya tak lagi muncul dan tergantikan dengan senyum merekah.

Setelah sekian lama dirundung rasa khawatir akan Novel Corona Virus (nCoV) yang merebak di Wuhan, China. Tenaga pengajar dari salah satu sekolah swasta di Kota Tegal ini sedikit bisa bernafas lega.

Itu karena, putri semata wayangnya, Kumala Tris Santa (24) dikabarkan dapat dipulangkan ke Tanah Air dengan keadaan sehat dan selamat. Kumala dijadwalkan pulang ke kampung halaman, Sabtu (15/2) siang, setelah diobservasi dari Wuhan bersama warga Indonesia lainnya di Pulau Natuna.

Selama kurang lebih 14 hari menjalani observasi sesuai protokol kesehatan standar WHO, mahasiswi yang menimba ilmu di Central China Normal University (CCNU) itu dapat dipulangkan ke kota kelahirannya di Tegal, Jawa Tengah. Bersama dengan warga Jawa Tengah lainnya, Kumala dipulangkan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma.

Saat ditemui di kediamannya, Suwanto tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur. Sebab dirinya bisa dipertemukan kembali dengan putri kesayangannya itu. Meski tak dilakukan upacara penyambutan, namun kedatangan Kumala (24) akan disambut hangat oleh keluarga, kerabat serta para tetangga.

Suwanto mengaku, putrinya itu menjalani masa-masa sulit di Wuhan bersama Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya. Namun, berkat didikan disiplinnya yang diterapkan sedari kecil, membuat putrinya itu tangguh dan bisa kembali ke Tanah Air dengan sehat.

Bahkan, tak jarang putrinya itu menjadi perawat bagi teman sesama WNI yang jatuh sakit. Hal itu diketahui pria berpawakan sedang ini, acap kali melakukan komunikasi melalui telepon seluler.

Termasuk pada saat wabah tersebut merebak di Wuhan, kata Suwanto, putrinya langsung memberikan kabar dan menginformasikan bahwa kondisinya sangat aman dan diperhatikan oleh pemerintah setempat. Kebutuhan sehari-hari pun bisa diperoleh dengan mudah di lingkungan kampusnya.

Diceritakan Suwanto, putrinya itu berhasil memperoleh beasiswa kuliah luar negeri, usai satu tahun menjadi sarjana muda Jurusan Bahasa di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Tepat pada 2017 silam, putri kesayangannya itu bertolak ke Negeri Panda hingga kini berhasil menempuh masa perkuliahan di semester lima.

“Kumala dapat beasiswa di Central China Normal University. Sekarang ini sudah semester lima. Awal mengetahui kabar virus korona, tentu sebagai orang tua saya sangat khawatir. Apalagi dia adalah anak semata wayang,” bebernya.

Namun, sambungnya, karena komunikasi yang intens, membuat perasaan cemas mulai sedikit berubah menjadi biasa. Hingga pada akhirnya, kabar terbaru Kumala bisa dipulangkan dengan teman-temannya ke Indonesia pada awal Februari lalu.

Kepada sang ayah, Kumala meminta untuk tidak mempermasalahkan kepulangannya. Suwanto mengaku, putrinya itu akan pulang bersama teman-temannya yang sudah menjadi seperti keluarga sendiri.

“Beruntungnya saya mendidik dia dengan mandiri. Dia meminta saya santai saja. Soal kepulangannya, nanti teman-teman di Indonesia sudah siap akan menjemput,” imbuh Suwanto.

Kuliah berjalan

Meski santer dikabarkan kondisi pedestrian Wuhan seperti kota mati. Namun, proses pekuliahan Central China Normal University tetap berjalan. Hanya saja, aktivitas fisik tidak lagi bisa dilakukan dan digantikan dengan model dalam jaringan (daring) atau online.

Kepada Suara Merdeka, Suwanto mengaku kerap membelikan putrinya, Kumala paket kuota data internet. Bahkan, selama menjalani observasi di Pulau Natuna, sudah ada sekitar delapan gigabit (GB) habis terpakai.

“8 GB hanya dipakai sepekan untuk kuliah online. Tak mengapa, jika itu untuk ilmu. Karena memang kondisi di Natuna susah membeli paket data,” tukasnya.

Suwanto berharap, wabah korona virus dapat segera tertangani, sehingga aktivitas masyarakat setempat dapat pulih kembali. Termasuk pula aktivitas pada WNI yang saat ini dipulangkan sementara oleh Pemerintah Indonesia. (Haikal/ red2)

BERITA LAINNYA