Take a fresh look at your lifestyle.

Susah Ambil Dana, Nasabah BMT Lestari Muamalat Lapor Polisi

184

SLAWI- Sejumlah nasabah melaporkan Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Lestari Muamalat, sebuah lembaga keuangan syariah di Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, ke Mapolres Tegal, Senin (20/4).

Mereka merasa tertipu karena dalam beberapa bulan terakhir kesulitan menarik dana atau deposito. Setiap kali mengajukan pencairan dana, manager BMT tersebut berulang kali meminta nasabah bersabar. Tak kunjung mendapatkan dana yang disimpan dan bagi hasil yang dijanjikan, pada tahun 2019 lalu, BMT tersebut justru ditutup.

“Setiap kali saya mengajukan pencairan deposito, manager BMT selalu  menjanjikan akan segera mencairkan. Kami diminta sabar. Tapi sampai saat ini dan atak kunjung cair, malah kantornya ditutup dan managernya melarikan diri,”sebut Ropiah (60) salah seorang nasabah.

Ropiah mengatakan, uang yang didepositokan di BMT tersebut sebesar Rp 115 juta. Deposito dilakukan sejak 2017 dan 2018. Hal ini dibuktikan dengan empat lembar sertifikat deposito simpanan berjangka anggota .

Masing-masing deposito berjangka satu tahun dengan prosentase per tahun sebesar 18 persen/tahun, sedangkan prosentase per bulan 1,5 persen per bulan.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengaku dana yang disimpan di BMT itu merupakan hasil penjualan panen di sawah

Ropiah yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini mengatakan, selain dirinya, anaknya juga mengikuti program deposito itu, bahkan dana yang disimpan mencapai Rp 200 juta.

“Dana tidak bisa dicairkan, kalau saya sakit-sakitan, terpaksa pinjam ke tetangga,”sebut warga Desa Suradadi RT 2 RW 4, Kecamatan Suradadi.

Hal senada juga diungkapkan Dwi Wasiyati (47). Wanita yang membuka usaha sablon ini mengatakan, sudah  berulang kali mendatangi manager dan  dua pegawai BMT untuk mencairkan dana depositonya.

“Saya diminta pegawai BMT untuk minta langsung ke managernya. Alasannya saya setornya ke manager,”sebutnya.

Dwi Wasiyati mengatakan, dana yang masih tersimpan di BMT sebesar Rp 155 juta. Terdiri atas deposito Rp 150 juta dan tabungan berhadiah sebesar Rp 5 juta.

“Awalnya saya menyimpan Rp 300 juta. Uang tersebut merupakan santunan kematian suami saya yang meninggal di Cape Town, Afrika Selatan saat melaut. Semula uang saya simpan di bank lalu saya pindahkan ke BMT, karena dijanjikan lebih mudah mengambil saat dibutuhkan dan pegawainya bisa mengantarkan ke rumah,”ujarnya.

Menurut ibu empat anak  ini, awalnya pencairan uang dan bagi hasil berjalan lancar. Namun sejak 2019 mulai sulit ditagih.

“Terakhir 23 Oktober 2019, dijanjikan jam 09.00 mau dikembalikan, tetapi ternyata kantor BMT malah ditutup,”sebutnya.

Menurutnya, nasabah BMT mencapai ratusan orang dengan kerugian mencapai Rp 4 miliar. Adapun BMT Lestari Muamalat berada di Jalan Purwa Nomor 5, Suradadi, Kabupaten Tegal.

Dia mengungkapkan, simpanan di BMT itu rencananya digunakan untuk biaya kuliah anak-anaknya.

Selain Ropiah dan Dwi Wasiyati, ada dua nasabah lain yang datang melapor ke Satreskrim Polres Tegal.

Terkait laporan warga tersebut, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Heru Sanusi mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut. “Laporan akan segera kami tindaklanjuti,”tuturnya. (Sari-Red-06)

BERITA LAINNYA