Take a fresh look at your lifestyle.

Surat Teguran BBWS Diduga Dilanggar

162
  • Tanggul Saluran Kobong Dikeruk

BRBES – Surat teguran Balai Besar Wilayah Sungai (BBSW) Cimanuk-Cisanggarung, terkait pelanggaran pemanfaatan tanggul saluran pembuangan Kobong, di Desa Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, diduga dilanggar. BBWS melalui surat teguran itu memerintahkan seluruh aktivitas pekerjaan terkait pemanfaatan tanggul dihentikan, tetapi hingga Sabtu siang (28/9), masih dijumpai adanya pekerjaan pengerukan tanggul dengan alat berat, yang diduga dilakukan PT Daehan Global Brebes.

BBSW Cimanuk-Cisanggarung mengeluarkan surat teguran pemaanfaatan tanggul saluran pembuangan Kobong, menyusul adanya konflik antara dua investor yang akan mendirikan pabrik di lokasi tersebut. Yakni, PT Sumber Masanda Jaya (SMJ) dan PT Daehan Global. Dalam surat teguran bernomor SA.a2.03/At-/797 tertanggal 23 September 2019 itu, BBWS meminta kedua investor menghentikan pekerjaan menyangkut pemanfaatan tanggul saluran pembungan. Kedua investor itu dilarang memanfaatkan tanggul saluran pembuangan karena hingga kini belum ada izin yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI. Bahkan, sebelumnya BBWS juga telah melayangkan dua kali surat teguran kepada kedua investor.

Dalam surat teguran yang ditandatangani Kepala BBWS Cimanuk-Cisanggarung Happy Mulya itu, kedua pihak investor juga diminta bertanggung jawab untuk perbaikan atas kerusakan yang ditimbulkan akibat pelanggaran pemanfaatan tanggul saluran tersebut. “Perbaikan dilakukan dengan mengikuti ketentuan prosedur dan spesifik teknis yang berlaku, dengan pembiayaan ditanggung PT SMJ dan PT Daehan Global,” ujar Happy Mulya dalam suratnya tersebut.

Sementara pantuan di lapangan, pekerjaan pengerukan tanggul yang diduga dilakukan PT Daehan Global terjadi sejak Jumat (27/9). Pekerjaan pengerukan dilakukan dengan sebuah alat berat. Kondisi tanggul dikeruk hingga tampak lebih sempit. Belum diketahu pasti alasan pengerukan tanggul saluran pembuangan Kobong tersebut.

PERBAIKAN & NORMALISASI TANGGUL
Terpisah, Perwakilan PT Daehan Global melalui Legal Perusahaannya, Nanang saat dikonfirmasi atas aktivitas pekerjaan tersebut menjelaskan, pekerjaan pengerukan itu merupakan bentuk itikad baik pihaknya untuk normalisasi saluran pembuang Kobong. Selain normalisasi, juga dilakukan perbaikan tanggulnya. “Memang pekerjaannya tanggul dikeruk agak lebar. Namun, nantinya kerukan ini akan diberi batu kali supaya dasar tanggul lebih kuat. Setelah itu, kondisi tanggul akan dikembalikan seperti semula, dan sekarang masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya, saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (28/9).

Dia meluruskan, lahan yang berada di sisi barat saluran pembuangan itu sebenarnya bukan milik PT Daehan Global, tetapi milik pribadi Tuan Lee (investor asal Korea Selatan-red). Secara kebetulan, yang bersangkutan juga merupakan bagian dari salah satu pemilik PT Daehan Global. “Jadi, perlu saya luruskan, lahan yang dibangun pondasi di sisi barat saluran pembuangan itu bukan milik perusahan kami, tetapi milik pribadi Tuan Lee. Untuk saat ini pekerjaan pondasinya sudah selesai, sehingga tanggul yang sebelumnya dimanfaatkan diperbaiki, sebagai bentuk itekad baik,” jelasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA