Take a fresh look at your lifestyle.

Suporter Ngamuk, Laga Persab Vs Persip Berakhir Rusuh

180

BREBES – Laga antara Persab Brebes melawan Persip Pekalongan dalam lanjutan babak 8 besar Liga 3 Regional Jateng, di Stadion Karangbirahi Brebes berakhir rusuh, Minggu sore (15/9). Kedua suporter terlibat bentrok dan saling lempar batu. Akibat kejadian itu, empat orang penonton dari suporter Persab Brebes luka-luka.

Tak hanya itu, fasilitas di dalam Stadion Karangbirahi rusak parah. Puluhan kaca di tribun sebelah timur pecah akibat dirusak suporter Persip yang mengamuk. Mereka melempari kaca dengan batu.

Akibat kerusuhan itu, wasit juga terpaksa menghentikan pertandingan karena alasan keamanan. Pertandingan dihentikan di menit ke-32, dengan skor sementara 1-0 untuk keunggulan Persab Brebes.

“Dari laporan yang kami terima, akibat kerusuhan ini ada 4 suporter Persab yang mengalami luka-luka. Bahkan, dua di antaranya luka serius. Salah satunya, diduga akibat ditabrak mobil suporter Persip Pekalongan. Mereka yang luka-luka sekarang dirawat di RSUD Brebes, ” ujar Ketua Persab Brebes, Heri Fitriansyah, Minggu (15/9).

Dia mengatakan, kerusuhan diduga dipicu kekecewaan suporter Persip Pekalongan karena gawang timnya kebobolan sehingga tertinggal 1-0. Berawal dari itu, beberapa oknum suporter Persip melakukan tindakan tidak terpuji dengan merobek baliho milik suporter Persab. Melihat itu, suproter Persab tidak terima hingga berakibat terjadi gesekan. Selain melakukan pelemparan batu, para suporter Persip yang berada di tribun sebelah timur juga melakukan perusakan fasilitas di dalam tribun. Sejumlah kaca pintu dan jendela dipecah dengan lempatan bantu. “Sebelum terjadi kerusuhan ini, oknum suporter Persip juga melakukan perusakan dengan menjebol pagar teralis pembatas tribun,” ungkapnya.

Selain di dalam stadion, lanjut dia, aksi perusakan yang dilakukan suporter Persip melebar keluar stadion. Sejumlah kantor yang berada di komplek Stadion Karangbirahi dilempari bantu. Hal itu mengakibatkan kaca kantor pecah. Di antaranya, kaca di Kantor Koperasi dan SMP negeri 2 Brebes. “Untuk saat ini, kondisinya berangsur normal. Ini setelah polisi bersama TNI menghalau suporter Persip yang mengamuk untuk meninggalkan stadion,” terangnya.

Diakui Heri, kondisi stadion dengan daya tampung yang terbatas juga menjadi persoalan tersendiri. Sebab, panitia kesulitan untuk menampung jumlah suporter yang banyak. Itu juga terjadi saat laga antara Persab dan Persip. Jumlah suporter Persip yang membludak tidak mampu ditampung stadion. Meski panitia sudah memberi pengertian, tetapi suproter Persip tetap mendesak untuk masuk dengan alasan sudah membeli tiket. Sementaran kapasitas tribun yang ada sudah penuh. “Ini juga menjadi kendala kami. Atas kejadian yang membuat penonton tidak nyaman ini, kami atas nama Persab Brebes memoho maaf kepada seluruh pecinta bola,” ujarnya.

Terkait pertandingan, lanjut dia, pihaknya menunggu keputusan dari operator Liga 3 Jateng. “Kapan pertandingan akan dilanjutkan, kami masih menunggu keputusan operator Liga 3,” sambungnya.

Terpisah, Asisten Manajer Persip Pekalongan, Saipul mengaku, sangat menyayangkan adanya insiden ini. ” Kami sangat menyayangkan adanya insiden ini,” ujarnya singkat.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA