Take a fresh look at your lifestyle.

Supir dan Kernet Bus Terancam Menganggur

328

SLAWI,smpantura.com – Kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 mulai tanggal 6 – 17 Mei 2021 rupanya memberikan dampak pada supir dan kernet bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Sejumlah supir bus di Terminal Dukuh Salam, Slawi, Kabupaten Tegal mengaku, terancam menganggur selama larangan mudik lebaran tahun ini diberlakukan.

Seperti diungkapkan Mastur (48) supir bus PO Setia Negara dari Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah , Kabupaten Tegal. “Kalau gak berangkat, kru bus ya nganggur,”kata Mastur saat ditemui di Terminal Dukuh Salam, Slawi, Selasa (13/4).

Mastur mengatakan, bukan hanya sekali ini dirinya menganggur karena bus tidak dapat beroperasi.
“Tahun lalu (2020) saat lockdown pertama kali, saya juga menganggur. Malah bus ditarik di Cimohong, Brebes,”ujarnya.

Selama menganggur, Mastur yang sudah 15 tahun menjadi supir bus ini mengaku harus pandai berhemat. Apalagi dirinya tidak mendapat bantuan dari pemerintah seperti yang diperoleh rekan seprofesinya. Ayah dua anak ini mengaku momentum Lebaran menjadi kesempatan mendapatkan pendapatan lebih. Apalagi saat ini jumlah penumpang sedang sepi.

Menurutnya, pendapatan lumayan diperoleh saat Minggu malam. Pada hari itu, banyak pegawai yang berangkat lagi ke Jakarta atau Tangerang, untuk bekerja pada hari Senin. “Kalau malam Senin, satu bus bisa membawa 43 penumpang. Satu penumpang dikenai tiket Rp 120 ribu,”terangnya.

Untuk itu, dia berharap, pemerintah mengizinkan bus untuk tetap beroperasi pada 6-17 Mei mendatang. Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tegal, Kusmuwanto mengatakan, larangan mudik lebaran 2021 dikeluhkan banyak supir dan kernet “Momentum itu saatnya meraih pendapatan. Tapi justru menambah pengangguran,”ungkapnya.

Kusmuwanto mengatakan,pendapatan supir dan kernet tak hanya terpengaruh oleh larangan mudik lebaran, tetapi juga dipengaruhi oleh beroperasinya travel gelap dan odong-odong. Larangan mudik juga berdampak terhadap 700 kendaraan angkutan umum trayek lokal Kabupaten Tegal . Dia berharap pemerintah memikirkan nasib para supir dan keluarganya. “Supirnya nganggur paling tidak supirnya diberi BLT,”sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Suwondo mengatakan,dalam hal larangan mudik lebaran, pihaknya mengikuti aturan yang telah ditetapkan, pada surat edaran nomor 13 tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya idul fitri tahun 1442 hijriah dab upaya pengendalian penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) selama bulan suci ramadan 1442 hijriah dan peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 13 tahun 2021 tentang pengendalian
transportasi selama masa idul fitri 1442 hijriah dlam rangka pencegahan Covid-19.

“Pengendalian trnsportasi tersebut dilakukan melalui larangan penggunaan atau pengoperasian sarana transportasi untuk semua moda transportasi y aitu moda darat, laut, udara dan perkeretaapian dimulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021,” jelasnya.

Suwondo mengatakan, saat ini kedatangan maupun keberangkatan penumpang dari Terminal Dukuh Salam masih seperti biasa.Tidak terjadi lonjakan kedatangan pemudik dari luar kota di terminal tersebut. Terminal Dukuh Salam, kata dia, memberangkatkan bus dari lima peruhsaan otobus (PO) yakni Dewi Sri, Dedy Jaya, Sinar Jaya, Setia Negara dan Menara Dewantara.

(T04-Red)

BERITA LAINNYA