Take a fresh look at your lifestyle.

Sudah Laku, Pedagang Sengaja Kurangi Takaran

129

SLAWI – Paradigma para pengusaha lokal harus dirubah agar terus mengalami perkembangan pesat dalam berbisnis. Terutama, soal mengurangi takaran saat barang yang dijual sudah laku. Hal tersebut dinilai menghambat para pebisnis lokal dalam melebarkan pangsa pasarnya.

“Pengusaha kita ketika sudah laku meraka sengaja menurunkan takaran,” kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Suspriyanti saat menghadiri acara Ngobrol Bareng Wakil Bupati Tegal di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Tegal, Selasa (13/8). Selain dihadiri Wakil Bupati Tegal, acara tersebut mengundang puluhan anggota Komunitas Nyonya Juragan.

Suspriyanti menegaskan, paradigma tersebut harus dimulai dari Komunitas Nyonya Juragan. Ia juga menegaskan, bahwa potensi usaha di Kabupaten Tegal dari segi jumlah sangat banyak, tetapi untuk kualitas harus ada bimbingan lebih intensif. Dirinya kadang mengaku bingung jika akan membeli oleh-oleh.

“Tidak ada pusat oleh-oleh yang lengkap di Kabupaten Tegal,” tegasnya.

Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie menyampaikan, dalam ilmu marketing membahas 3 hal yaitu menjadi lebih baik, menjadi lebih murah atau menjadi lebih cepat.

“Komunitas inilah yang nanti akan mengambil tempat UKM dan yang sudah menjadi UKM saat ini harus naik kelas menjadi usaha menengah” kata Ardie.

Ditambahkan, Komunitas Nyonya Juragan yang terdiri dari pengusaha muda pemula, diharapkan mampu menjadi mercusuar bagi pengusaha pemula lainnya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA