Take a fresh look at your lifestyle.

Stok Pangan Cukup, Warga Diminta Tak Aksi Borong Kebutuhan Jelang Gerakan di Rumah Saja

43

BREBES – Pemkab Brebes menjamin seluruh kebutuhan pangan atau bahan makanan yang tersedia di pasar maupun toko sembako mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Untuk itu, masyarakat di Kota Bawang tidak perlu panik dan diminta tidak melakukan aksi borong kebutuhan, menjelang pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja selama dua hari, mulai Sabtu (6/3) mendatang.

“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, stok seluruh kebutuhan bahan makanan yang tersedia di pasar-pasar masih sangat cukup. Bahkan, stok ini bisa mencukupi untuk kebutuhan hingga sebulan. Kalau hanya untuk dua hari sangat lah mencukupi. Kami minta masyarakat tidak perlu panik, dan jangan melakukan aksi borong kebutuhan, apalagi melakukan penimbunan,” tandas Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Maryono, Kamis (4/2).

Dia mengungkapkan, untuk ketersediaan beras di pasar atau yang dijual pedagang pasar saat ini ada 1.725 ton. Kemudian, stok minyak sayur 11.150 ton, Gula 22 ton, bawang putih 2 ton, bawang merah 5 ton, cabai rawit 7 ton dan cabai besar 6 ton. Sedangkan untuk daging sapi stoknya mencapai 2 ton dan telur ayam ada 5 ton. Stok bahan makanan itu tersebar di tiga pasar induk terbesar di Brebes. Yakni, Pasar Induk Bumiayu, Pasar Induk Brebes dan Pasar Induk Ketanggungan. “Untuk harga, dari cek kami hari ini juga cenderung stabil. Artinya, tidak ada kenaikan yang sangat luar biasa. Daging sapi misalnya, harga masih tetap di kisaran Rp 120.000 – Rp 125.000/ kg,” ungkapnya.

Menurut dia, Pemkab Brebes dalam pelaksanaan Gerakan Jateng di Rumah Saja akan menuntuk seluruh pasar tradisional dan toko moderen. Pihaknya bahkan telah bergerak melakukan sosialisasi ke para pedagang di seluruh pasar yang ada. Mereka juga telah diberi surat pemberitahuan resmi terkait penutupan pasar selama dua hari tersebut. “Kami memutuskan untuk menutup pasar, karena jumlah kasus Covid-19 di Brebes masih tinggi. Sehingga, untuk memutus mata rantai kami memandang pasar perlu ditutup,” terangnya.

Di saat pasar ditutup, lanjut dia, pihaknya telah menginstruksikan kepada seluruh kepala pasar untuk digunakan bersih-bersih. Pasar juga akan disemprot desinfektan saat para pedagang tidak berjualan. “Dari hasil sosialisasi kami langsung ke para pedagang mereka merespon dan mayoritas bisa memahami kondisi ini,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA