Take a fresh look at your lifestyle.

Stok Elpiji 3 Kg di Kota Pekalongan Aman

440

PEKALONGAN – Ketersedian gas LPG 3 kilogram bersubsidi atau gas melon di wilayah Kota Pekalongan dipastikan aman. Adanya pandemi Covid-19, tidak berpengaruh terhadap pasokan maupun stok, termasuk distribusi kepada para agen hingga ke masyarakat. Demikian disampaikan Manager Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) PT Karya Niaga Mas Pekalongan, Muhamad Nur Lutfi, disela-sela menerima kunjungan dari Unit 2 Bidang Ekonomi Satuan Intelkam Polres Pekalongan Kota di kantornya di Jalan Kapten Patimura Kelurahan Gamer, belakang Terminal Kota Pekalongan, Kamis (25/6).

“Pada prinsipnya, pasokan gas LPG 3 kilogram, dalam kondisi aman dan lancar. Adanya pandemi Covid-19, tidak begitu berpengaruh signifikan, tetap lancar-lancar saja,” terang Muhamad Nur Lutfi. Hanya saja, lanjut dia, lantaran pandemi Covid-19, dalam berbagai lini tetap mengedepankan protokol kesehatan. Pihaknya menjelaskan, di Kota Pekalongan sendiri terdapat lima agen, dan tupoksi kita melakukan pengisian sekaligus melayani agen dan selama ini tetap lancar.

Dikatakan, suplay SPPBE yang dikelolanya dikirim dari Depot LPG di Pelabuhan Cirebon. Jika ada lonjakan permintaan, maka mengambil Depot LPG di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, atau di Depot LPG Indramayu. “Kebutuhan LPG 3 Kg di Kota Pekalongan, bekisar antara 14.000.000 – 14.500.000, dan selama ini terpenuhi untuk stoknya,” imbuhnya. Menurutnya, jika ada sesuatu hal, pasti berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Polres Pekalongan Kota.

Sementara, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, melalui Kasat Intelkam AKP Mohamad Bisri menjelaskan, terkait pemantauan gas subsidi ini telah dilakukan tidak hanya dilakukan saat ini. Sebab, pantauan terhadap ketersediaan gas menjadi prosedur tetap kepolisian, dan prosedur tetap ini telah dilaksanakan rutin secara berkala. Terkait dengan hasil pantauan saat ini, kata dia, stok gas elpiji bersubsidi di masyarakat masih tergolong aman ketersediaanya. “Kami akan terus melakukan pantauan untuk mengantisipasi adanya penimbunan gas yang dapat menyebabkan kelangkaan,” pungkasnya. (Kuswandi/Red9)

BERITA LAINNYA