Take a fresh look at your lifestyle.

STIKes Bhamada Datangkan Dosen Filipina

165

SLAWI – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bhakti Mandala Husada (Bhamada) Slawi, Kabupaten Tegal mendatangkan Dosen dari System Plus college Foundation (SPCF) Philippines pada acara pertemuan bertajuk ‘Guest Lecture About Child Health and Development” di Aula Drs Widodo MM Lantai 2 STIKes Bhamada, Jumat (19/7). Kedatangan Dosen dari Filipina, Regie A. Bautista MN RN selaku Dekan Fakultas Keperawatan di kampus SPCF Philippines itu, sebagai tindaklanjut kerjasama dua perguruan tinggi tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari Prodi S1 Keperawatan dan Ners, Prodi D3 Keperawatan, Prodi D3 Kebidanan, Prodi S1 Farmasi, Prodi D4 K3 serta seluruh dosen. Sementara itu, Regie A Bautista didampingi Dr Carlo Bryan C. Borrico, MAN MPH RN serta Jea Joel Mendoza-Dunca, RN MSN.

Ketua STIKes Bhamada Slawi, Dr Risnanto MKes mengatakan, kegiatan ini realisasi dari penandatangan perjanjian oleh STIKes Bhamada Slawi dengan SPCF Philippines di Manila, Filipina pada 17 Januari 2019 silam. kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi, produktifitas, kreatifitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Pada kesempatan ini juga mahasiswa dan dosen dapat berbincang langsung dengan narasumber Regie A. Bautista dengan materi tentang kesehatan dan perkembangan anak (Child Health dan Development).

“Juga diadakan Joint Seminar yang digagas oleh Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jawa Tengah dengan dihadiri delegasi dari berbagai perguruan tinggi,” terangnya.

Perguruan tinggi yang hadir, lanjut dia, diantaranya Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA), Universitas Pancasakti Tegal, STIE AAS Surakarta, Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ), Politeknik Sawunggalih Aji Purworejo, STMIK Sinar Nusantara Surakarta, STIE Totalwin Semarang, Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPK Yogyakarta, SETIA Walisembilan Semarang, STIE Widya Gama Lumajang, STIE Atma Bhakti Surakarta, Politeknik Trisila Dharma Tegal dan STIKes Bakti Utama Pati.

Ketua Umum ADRI, Dr H Achmad Fatoni Rodli, MPd menuturkan, Seminar On Enhancing Education Quality Through International Collaboration In Industry Era 4.0 tersebut, sebagai salah satu jembatan perguruan tinggi untuk berpeluang menjadikan perguruan yinggi bertaraf international.

“Perguruan tinggi Indonesia yang telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri, dapat mengadakan berbagai kegiatan seperti student exchange ataupun international class sesuai dengan peminatan dan spesialisasi perguruan tinggi tersebut,” terangnya.

Hal tersebut, tambah dia, dinilai mampu meningkatkan kualitas institusi dalam era industry 4.0 dapat tercapai dengan optimal.

“Terus menjalin komunikasi yang baik antar peguruan tinggi sehingga bersama-sama dapat saling membantu dan menguatkan kemampuan institusi masing-masing menyambut era industry 4.0,” katanya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Pendidikan Tri Sanja Slawi, Dr Maufur selaku ketua yayasan sangat mendukung acara ini untuk membangun jejaring internasional. Diharapkan tahun ajaran yang akan datang sudah ada implementasi untuk memberangkatkan mahasiswa guna mengikuti program field study related to disciplines ke Filipina.

Acara tersebut ditutup dengan penandatangan memorandum of agreement antara perguruan tinggi Indonesia yang hadir dengan SPCF Philippines tentang Students’ mobility, visiting lecturer, joint research, joint publication, and joint conference yang dapat diimplementasikan dalam waktu dekat dan memudahkan pertukaran budaya dan literasi antara perguruan tinggi tersebut. (Wiwit/red64)

BERITA LAINNYA