Take a fresh look at your lifestyle.

Masyarakat Dihimbau Tak Lakukan Aktivitas di Radius 2 Km

159

SLAWI – Status Gunung Slamet yang masuk dalam lima wilayah kabupaten, dinaikan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB. Selama Juni hingga 8 Agustus 2019 telah tercatat 51.511 kali gempa Hembusan, 5 kali gempa Tektonik Lokal dan 17 kali gempa Tektonik Jauh. Selain gempa-gempa tersebut, pada akhir Juli 2019 mulai terekam getaran Tremor dengan amplitudo maksimum 0.5-2 mm.

“Getaran Tremor ini masih terjadi hingga saat ini. Energi kegempaan terdeteksi meningkat secara gradual,” kata Petugas Posko PMI Kabupaten Tegal, Latifah dalam laporan kesiapsiagaan bencana Gunung Slamet PMI Kabupaten Tegal dalam Peningkatan Status Gunung Slamet tertanggal 9 Agustus 2019.

Dikatakan, pengamatan visual ke arah puncak Gunung Slamet sejak Juni 2019 hingga 8 Agustus 2019 pada umumnya dapat teramati dengan baik. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak. Sementara itu, pengukuran suhu mata air panas pada 3 lokasi menunjukkan nilai 44,8 hingga 50.8 °C. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya.

“Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik menghasilkan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 kilometer, atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas,” terangnya.

PMI Kabupaten Tegal terkait dengan peningkatan status ini diharapkan masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak berada dan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet. Selain itu, pemerintah daerah, BPBD provinsi dan Klkabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

“PMI akan mengotimalkan posko dengan menyiagakan staf dan relawan posko 24 Jam,” katanya. (Wiwit/red05)

BERITA LAINNYA