Take a fresh look at your lifestyle.

SMK 1 Adiwerna Gandeng Enam Perusahaan Buka Kelas Industri

207

SLAWI, smpantura.com – Guna meningkatkan keterserapan lulusan di dunia kerja, SMK 1 Adiwerna, Kabupaten Tegal berupaya membuka kelas industri di tujuh program kompetensi keahlian yang dimiliki. Untuk mewujudkan hal tersebut, SMK 1 Adiwerna menggandeng enam perusahaan berskala nasional, yang bergerak di berbagai bidang untuk bermitra, mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia industri.

Nota kesepahaman (MoU) dengan enam perusahaan ditandatangani Kepala SMK 1 Adiwerna, Imron Effendi dan perwakilan enam perusahaan pada Kamis (1/4), bersamaan dengan peringatan Hari Jadi ke-42 SMK 1 Adiwerna. Penandatangan nota kesepahaman disaksikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jateng, Sadimin.
Kepala SMK 1 Adiwerna, Imron Effendi melalui Humas SMK 1 Adiwerna Muktarom mengatakan, enam perusahaan yang bermitra yakni, PT Nadya Karya Perkasa (NKP), yang berkecimpung dalam industri produksi komponen otomotif , bekerjasama dengan program keahlian pengelasan.

PT TOA Galva Industries membuka kelas industri audio video bekerjasama dengan program keahlian teknik audio video, PT Prima Karya dan PT Barata Indonesia membuka kelas industri bermitra dengan program keahlian teknik pemesinan. Kemudian dengan CV Guna Elekrik membuka kelas industri program keahlian listrik, dan CV Skalatis dengan program keahlian teknik pemodelan dan informasi bangunan.

Muktarom menyebutkan, pembentukan kelas industri di setiap sekolah menjadi harapan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebelumnya, dari tujuh program keahlian yang dimiliki, SMK 1 Adiwerna telah memiliki satu kelas industri yakni dari program keahlian teknis pengelasan yang bermitra dengan PT Komatsu. Kemudian pada September 2020 program keahlian teknik kendaraan ringan otomotif bermitra dengan PT Mitsubishi dan pada Februari 2021 program keahlian teknik komputer jaringan bermitra dengan PT Telkom. “Pada tahun ajaran baru 2021/2022 Juli nanti, semua program keahlian SMK 1 Adiwerna sudah menerapkan kelas industri,”tutur Muktarom.

Muktarom mengatakan, dengan adanya kelas industri, kurikulum yang digunakan untuk pembelajaran tidak hanya menggunakan kurikulum dari Kemendikbud, tapi juga menggunakan kurikulum hasil sinkronisasi dunia industri. Diharapkan, kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar. Adapun, SMK 1 Adiwerna memiliki 2. 576 siswa dengan 72 rombongan belajar. Selain mengadakan penandatangan nota kesepahaman dengan enam perusahaan, pada Hari Jadi ke-42, sekolah tersebut juga mengadakan senam dan pengajian yang diikuti guru dan karyawan. Kemudian pemotongan tumpeng dan pembagian 250 paket sembako kepada rumah yatim dan warga sekitar.

Sementara itu, Pimpinan CV Skalatis Ari Yunirto mengatakan, pihaknya mengharapkan lulusan SMK lebih maju dan handal dalam ilmu pengetahuan. “Update dalam ilmu pengetahuan karena teknologi berkembang pesat,”tutur pria yang pernah menempuh pendidikan di SMK itu.

Yuniarto mencontohkan, perusahaan yang dipimpinnya juga selalu mengikuti perkembangan teknologi. Jika dulu menggambar bangunan dengan cara manual, sekarang telah menggunakan program komputer.
“Kami menginginkan, output SMK bisa mengarah ke dunia industri. Begitu lulus sudah link and match dengan industri. Perusahaan tidak melatih lagi dari nol,”jelasnya.

(T04-red)

BERITA LAINNYA