Take a fresh look at your lifestyle.

Siswi SMP Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

186

BREBES – Nasib memilukan menimpa seorang siswa SMP di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Ia ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya, Kamis malam (19/9). Korban adalah Nurlia Amanda Putri (15), warga Desa Kramat RT 0i RW 04, Kecamatan Jatibarang, Brebes.

Ditemukannya jasad siswi kelas 3 dari salah satu sekolah swasta di Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal itu, membuat warga sekitar gempar. Mereka pun berbondong- bondong mendatangi kediaman korban.

Informasih di lapangan menyebutkan, korban selama ini diketahui tinggal seorang diri di rumahnya. Itu lantaran kedua oramg tuanya, Saputra (35) dan Darkonah (33) merantau ke Jakarta sebagai penjual nasi.
Warga mengenal korban sebagai sosok yang mandiri, dan di sekolah juga berprestasi. Bahkan, dua semester belakangan di sekolahnya selalu mendapat ranking satu.

Diduga korban telah meninggal dunia sejak empat hari lalu. Sebab, saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah memprihatinkan.

Kakek korban Risbad (55) mengatakan, cucunya itu mengeluh sakit demam setelah pulang sekolah. “Almarhumah biasanya menginap di tempat temannya, sehingga saat empat hari tidak terlihat, saya tidak begitu curiga tentang keberadaannya,” ucap Risbad, Jumat (21/9), yang rumahnya berjarak 200 meter dari rumah cucunya tersebut.

Setelah tiga hari tidak masuk sekolah, lanjutnya, ia mencoba mencari ke rumahnya dan juga menanyakan kepada neneknya, Demes. Beberapa tetangga kemudian merasa curiga dengan rumah korban yang terkunci, ditambah mencium bau busuk dari dalam rumah. Mereka kemudian mencoba masuk rumah dengan mencongkel jendela samping. Akhirnya ditemukan sumber bau yang berasal dari tubuh gadis yang telah membengkak dan membiru dengan kepala masuk di dalam ember. “Saat ditemukan pelipis kanan Nurlia robek kurang lebih 5 centimeter yang diduga akibat terbentur tembok kamar mandi saat terpeleset,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jatibarang, AKP Radiyanti mengatakan, dari pihak keluarga korban menerima dan mengikhlaskan musibah tersebut. “Pihak keluarga tak berkenan dilakukan outopsi oleh tim medis kepada jasad korban,” ucap Radiyanti.

Kendati demikian, kata dia, dari hasil visum awal oleh pihak Puskesmas setempat saat mengecek langsung jenazah, tidak ada ditemukan indikasi pembunuhan. “Jenazah sudah dimakamkan pagi tadi di tempat pemakaman umum desa setempat,” pungkasnya.

(Setiawan-red2)

BERITA LAINNYA