Take a fresh look at your lifestyle.

Siswa MTs N 2 Brebes Raih Emas dan Perunggu di Kombanas

107

BREBES, smpantura.com – Kemampuan siswa MTs Negeri 2 Brebes dalam berbahasa Arab mendapat pengakuan nasional. Terbukti,  kedua pelajar dari sekolah itu berhasil meraih medali Emas dan Perunggu pada Kompetisi Bahasa Arab Nasional (Kombanas) Tingkat Nasional, yang digelar Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia.

Dalam kompetisi itu, Maftuh Basthul Birri mendapat mendali Emas dan mendali Perunggu diraih Zaid Amar Fadhilah. Kompetisi Bahasa Arab Nasional diadakan secara berjenjang, mulai penyisihan di tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Final Nasional KOMBANAS dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Oktober 2021, diikuti oleh seluruh perwakilan provinsi se Indonesia.

Maftuh Basthul Birri mengaku, bangga dengan prestasi yang disandangnya dan tidak menepuk dada. Ia justru berterima kasih kepada kedua orang tua, guru dan teman-temannya, karena doa yang telah diberikan sehingga bisa meraih emas. “Berkat doa orang tua, bapak ibu guru dan temen-temen, Alhamdulillah saya mendapatkan Emas di Kombanas,” ujar Maftuh saat ditemui di ruang Kepala Madrasah, kemarin.

Anak pasangan Fatikhin dan Siti Marwati  ini mengungkapkan, tips untuk meraih pretasi itu tidak lain dirinya setiap hari belajar Bahasa Arab. Untuk mempertajam kemampuannya tersebut, ia kini memilih nyantri menempati asrama Boarding School MTs N 2 Brebes. Dengan mengikuti program boarding school, ia merasakan kalau waktu yang tersedia cukup banyak dan digunakan semaksimal mungkin, tanpa ada waktu untuk bermain seenaknya. “Untuk melatihnya, saya dalam keseharian sering bercakap-cakap dalam Bahasa Arab. Ketika mengaji juga menelaah kata demi kata sehingga paham betul arti bahasa Arab yang terkandung di dalamnya,” tutur dia.

Kepala MTs N 2 Brebes Ahmad Zahid mengatakan, sekolah  mendukung penuh segala prestasi yang ditorehkan para siswa maupun guru. Apalagi, pada dasarnya semua siswa memiliki potensi, hanya bagaimana potensi tersebut bisa digali dan ditemukan. Untuk itu, semua komponen harus mendukung, tidak hanya siswa dan pembinanya saja. Tetapi juga tak lepas dari peran guru BK pada saat awal siswa masuk yang menelusuri minat dan bakat anak.

Ditemukan bakatnya, kata Zahid, tinggal memoles dan menambah apa saja yang dibutuhkan. Untuk memperlancar juga tidak lepas dari penyediaan dana, agar anak setiap saat siap mengikuti berbagai kompetisi. Semisal, punya ekstra bahasa Arab, maka dilakukan gladi setiap minggu. “Bila suatu prestasi ingin diraih, maka harus selalu berlatih dan adanya bimbingan-bimbingan untuk memotivasi siswa,” pungkas Zahid.

(T07-red)

BERITA LAINNYA