Take a fresh look at your lifestyle.

Sinung : Organisasi Pemuda di Kabupaten Tegal Jangan Latah Program Kerja

185

SLAWI – Organisasi Pemuda di Kabupaten Tegal diminta jangan latah dalam membuat program kerja yang sama. Namun, pemuda harus sinergi dalam berkolaborasi.

“Kami mengajak kepada organisasi pemuda di Kabupaten Tegal untuk sinergi dalam berkolaborasi,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Sinung Nugroho Rahma di saat acara Ngobrol Inspiratif (Ngopi) Kemisan dengan tema Pemuda Hebat, Indonesia Berdaulat di Kedai Nyong Kopi, Jalan Jeruk No 1, Procot, Slawi, Kamis (20/8). Dalam acara tersebut, dihadiri Ketua MPC PP Kabupaten Tegal M Khuzaeni, Ketua DPD KNPI Kabupaten Tegal M Ersal Aburizal, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tegal Nurfanani, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Abdul Ghofar Ismail, Ketua Karang Taruna Edi Sulistiyanto, dan Kades muda dari Desa Adiwerna Saeful Anwar bersama jajaran dan anggota organisasi pemuda.

Sinung yang pernah menjabat Pjs Bupati Tegal itu, meminta semua organisasi pemuda tidak harus latah dalam membuat program yang sama. Misalnya program kewirausahaan yang saat ini dipelopori oleh PC GP Ansor Kabupaten Tegal dengan membuat Ansor Ritel. Kemudian semua organisasi lainnya ingin melakukan hal yang sama. Hal itu dinilai kurang tepat.

“Kalau GP Ansor membuat Ansor ritel, mungkin organisasi lain, misalnya Pemuda Pancasila menjadi suporting sistem atau menjadi suplyer. Ini baru kolaborasi. Jangan latah,” katanya

Menurut dia, kolaborasi hari ini masih menjadi persoalan kepemudaan. Seharusnya, orang boleh berbeda bendera, berbeda cara, tapi mau bersinergi untuk mensinkronkan sesuatu agar tercapai tujuan yang baik.

“Pemuda tidak hanya dikasih harapan, tapi pemuda membutuhkan teladan,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pemuda dibagi menjadi empat. Pertama pintar tapi tidak peduli. Kategori ini tidak disukai. Kedua, tidak pintar tapi peduli. Ini orang yang semangat. Ini orang yang ingin maju. “Orang yang semangat itu ditakuti orang yang cerdas dan pintar. Sebab, orang semangat itu ketika jatuh, dia mau bangkit lagi,” ujarnya.

Ketiga, tidak pintar, tapi tidak peduli. Keempat, pintar sekaligus peduli. “Yang empat ini yang harus dimiliki para ketua-ketua pemuda,” tegasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA