Take a fresh look at your lifestyle.

Singkeren, Siap Laju, Apikepol dan Antor Ketan Siap Layani Masyarakat

-Bupati Tegal Launching Aplikasi Inovasi Dishub dan Bappenda

82

SLAWI- Memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2020, Bupati Tegal Umi Azizah melaunching tiga aplikasi inovasi dari Dinas Perhubungan  (Dishub) dan satu aplikasi inovasi  Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) di Pendapa Amangkurat, Kamis (17/9).

Tiga aplikasi inovasi dari Dinas Perhubungan yakni Singkeren-NG, Siap Laju dan Apikepol, sedangkan satu aplikasi inovasi Bappeda yakni Antor Ketan.

Bupati Tegal, Umi Azizah mengatakan, launching empat aplikasi inovasi  tersebut merupakan bagian ikhtiar dari Pemkab Tegal melalui Dishub untuk mewujudkan e-government dan meningkatkan pendapatan daerah.

“Dengan pendapatan daerah yang meningkat, maka kesejahteraan masyarakatnya juga akan meningkat,”jelas Umi Azizah, pada acara tersebut.

Untuk itu, atas nama Pemkab Tegal dan masyarakat, pihaknya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Dishub dan Bappenda atas inovasi yang dilakukan. Sinergi , kolaborasi masyarakat dan pemerintah , semakin meningkatkan kepuasan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan aplikasi inovasi tersebut, selain mempermudah pelayanan pada masyarakat, juga bertujuan meningkatkan pendapatan daerah serta mengurangi kebocoran. “Dapat efisiensi tenaga, waktu dan uang,”tegas Umi.

Sementara itu, Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni menjelaskan tentang tiga aplikasi inovasi yang dilaunching pagi itu. Menurutnya Singkeren-NG adalah sistem informasi pengujian kendaraan bermotor next generation, dengan menghadirkan pembayaran secara non tunai.

Pembayaran dilakukan di Bank Jateng melalui teller, ATM Bank Jateng, ATM Bersama, mesin EDC Bank Jateng dan agen laku pandai. Selain itu melalui Quick Response Indonesia Standar (QRIS), pembayaran melalui dompet digital (OVO, LinkAja, Shopeepay, Gopay dan dana).

Aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan, yakni smartcard bukti lulus uji, chatboot Whatsapp otomatis, dan pembayaran retribusi non tunai.

Kemudian aplikasi Siap Laju merupakan sistem informasi alat penerangan lampu jalan umum, dari mulai perencanaan, pemeliharaan, database lampu penerangan jalan dan pengaduan kerusakan.

Melalui aplikasi Siap Laju, kegiatan pemeliharaan lampu penerangan jalan sesuai pantaua Dishub dan aduan masyarakat.

“Ketika masyarakat mengadukan lampu jalan mati, bisa langsung melporkan melalui aplikasi siaplaju.com.Aduan akan segera ditangani petugas, dan setelah ditangani petugas akan melaporkan kembali, sehingga warga bisa langsung mengetahui, lampu sudah nyala kembali,”jelas Uwes.

TANDA TANGAN: Bupati Tegal Umi Azizah menadatangani berit acara launching aplikasi inovasi Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal, Kamis (17/9).(smpantura.com/Sari)

Uwes berharap, dengan adanya aplikasi ini , pelayanan penerangan jalan umum lebih optimal dan aduan masyarakat bisa segera ditangani. Menurutnya, sejak bulan Maret lalu , Dishub telah menerima 700 aduan. Sebanyak 95 persen sudah ditangani.

Sementara apliakai Apikepol atau alat perlengkapan parkir elektronik pembayaran online merupakan inovasi dalam manajemen pengelolaan parkir tepi jalan dengan menggunakan pembayaran non tunai.

Uwes menyebutkan,  aplikasi ini dibuat karena masih panjangnya jalur birokrasi pembayaran retribusi parkir dari juru parkir ke rekening kas daerah.

Dari juru parkir ke kas daerah, bisa melalui enam sampai tujuh pintu. Satu pintu bisa butuh waktu satu sampai dua hari. Ini bisa memicu terjadinya kebocoran.

“Oleh karena itu, dari enam sampai tujuh pintu, hanya dua pintu, langsung ke rekening kasda. Sistem aplikasi ini perlu diupayakan secara bertahap. Insya Allah, ke depan pembayaran retribusi lebih baik, tertata, tersistem dan tidak terjadi kebocoran,”imbuhnya.

Sementara itu, dengan aplikasi Antor Ketan atau aplikasi alat monitoring kenaikan pendapatan bertujuan meningkatkan pendapatan dari sektor pajak daerah. Monitoring pembayaran pajak daerah ditandai dengan pemasangan mesin tapping box di hotel dan restoran. Antara lain di Hotel Grand Dian Slawi, Rumah Makan Sate Tomo dan Rumah Makan Imron.

Pengunjung hotel atau restoran akan membayar sesuai pajak yang dikenakan. Pajak yang dibayarkan akan diterima tapping box. Adapun tarif yang diterapkan adalah 10 persen untuk pajak hotel, sedangkan pajak restoran ditetapkan paling tinggi 10 persen berdasarkan nilai penjualan.

“Tahun ini baru terpasang 43 tapping box, rencananya tahun depan  150 tapping box. Semua objek yang termasuk kategori dapat memberikan pendapatan daerah akan dilengkapi  tapping box,”sebut Umi Azizah. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA