Take a fresh look at your lifestyle.

Sinergi LKS Tripartit Berhasil Tekan Kenaikan TPT Kota Tegal di bawah 1 persen

99

TEGAL, smpantura.com – Dampak pandemi banyak dirasakan seluruh sektor usaha di Indonesia. Bahkan, tak sedikit pelaku usaha dan industri yang harus memberhentikan para pekerjanya. Namun, kondisi tersebut berhasil ditekan Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin).

“Kita bisa menekan angka pemutusan hubunga kerja (PHK) dan pekerja yang dirumahkan. Namun, ada beberapa sektor yang terpaksa harus melakukan itu. Seperti misalnya sektor pariwisata baik Hotel, Restoran dan Rumah Makan,” ungkap Kepala Disnakerin Kota Tegal, R Heru Setyawan dalam acara Sarasehan May Day 2021 Kota Tegal, Sabtu (1/5) sore.

Menurut Heru, dari survei angkatan kerja nasional yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dapat dilihat kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hampir merata di sejumlah daerah.

Namun demikian, untuk Kota Tegal hanya menyentuh angka sekitar 0,33 persen. Sementara, di kota-kota besar di Jawa Tengah TPT mampu meningkat satu hingga lima persen.

Dijabarkan Heru, kenaikan TPT yang tidak lebih dari satu persen di Kota Bahari itu terjadi, lantaran pihaknya konsen melakukan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit. Sejak awal terjadi pandemi, pihaknya secara continue melakukan komunikasi, konsultasi dan musyawarah bersama unsur pemerintah, pengusaha hingga serikat pekerja maupun serikat buruh.

“Sejak Maret 2020 kita langsung mengeluarkan SE tentang protokol kesehatan hingga memonitoring ke sejumlah perusahaan. Melalui monitoring ini, kita petakan sektor usaha apa yang terdampak dan kita carikan solusi terbaiknya seperti apa,” tuturnya.

Sementara, pihaknya juga tidak ingin melewatkan momen penting May Day. Meski situasi masih pandemi, Heru berhasil menyelenggarakan sarasehan dengan mengedepankan prokes. Melalui kegiatan itu, pihaknya juga berupaya menjaga iklim kondusif antara perwakilan dari pekerja, pengusaha dan pemerintah.

Adapun tema sarasehan yang dipilih, Covid-19 Sirna, Ekonomi Berdaya dan Buruh Sejahtera. Tema tersebut tak jauh dari Tema Nasional, yakni May Day is Build Together.

“Mari kita pulihkan dan bangkit bersama,” tegasnya.

Selain itu, Heru juga menambahkan, selama pandemi pihaknya tetap konsen menggandeng pelaku ekonomi kecil, UMKM dan IKM. Seperti halnya dengan mengadakan kegiatan Kampung Ramadan dengan standar protokol kesehatan. Termasuk pula bazar online yang mencakupi seluruh pelaku usaha di Kota Bahari dan sekitarnya.

“Harapannya melalui kegiatan seperti ini, bagaimana ekonomi tetap bergeliat dan terjadi perbaikan agar tetap sejahtera,” tutupnya. (T03-red)

BERITA LAINNYA