Take a fresh look at your lifestyle.

Simulasi PTM Dimanfaatkan Untuk Ujian Praktik

179

SLAWI,smpantura.com – Lima sekolah di Kabupten Tegal melaksanakan simulasi pembejaran tatap muka (PTM) Provinsi Jateng mulai tanggal 5 – 16 April 2021.Lima sekolah tersebut, SMP 1 Slawi, SMA 3 Slawi, SMK 1 Adiwerna, MTs Negeri 2 Tegal dan MAN 1 Tegal.

Berbagai persiapan dilakukan sekolah guna mengikuti simulasi PTM tersebut. Diantaranya menambah sarana cuci tangan dan memilih siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Para guru dan karyawan juga telah mendapat vaksin Covid-19.

Kepala SMP 1 Slawi, Mujiarti mengatakan, simulasi PTM Provinsi Jateng dimanfaatkan sekolah untuk ujian praktik siswa kelas IX.Ada lima mata ujian praktik yang dilaksanakan mulai 5-16 April , yakni, Pendidikan Agama Islam, IPA, prakarya, seni budaya dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).“Sesuai dengan kalender pendidikan saat ini ujian praktik siswa kelas IX,”terang Mujiarti, Senin (5/4).

Mujiharti menyebutkan, sesuai dengan tema pencegahan Covid-19, pada ujian praktik prakarya, siswa praktik membuat faceshield.Tampak pada ujian praktik prakarya, siswa membawa alat dan bahan seperti palu kecil, paku, gunting, plastik mika, busa, karet elastis, stiker, lem dan kancing jaket.

Selain ini menuliskan tujuan, kajian teori, bahan , akat dan cara membuat faceshield, yang selanjutnya diserahkan kepada guru pengajar untuk dinilai.“Harapannya, siswa bisa membuat faceshield sendiri, dipakai sendiri dan kelurganya,”tuturnya.

Sesuai protokol kesehatan, sekolah mewajibkan siswa ke sekolah memakai masker, mencuci tangan, dalam kondisi sehat.Mereka juga harus mendapat ijin orangtua.Tak tanggung-tanggung, untuk sarana cuci tangan, sekolah menambah 27 tempat cuci tangan baru.

Dijelaskan, ada sembilan ruang kelas yang digunakan untuk simulasi PTM. Setiap kelas berisi 16 siswa.
Adapun jumlah siswa kelas IX sebanyak 287 siswa. Setiap hari siswa yang masuk hanya setengahnya atau 143 siswa.“PTM dilaksanakan dengan sistem shift hari, siswa nomor absen 1-16 masuk hari Senin, Rabu dan Jumat, sedangkan nomor nomor absen 17 sampai 32 masuk hari Selasa, Kamis dan Sabtu,”jelasnya.

KBM diawali dengan tadarus mulai pukul 07.00-07.10, dilanjutkan pembelajaran sampai dengan pukul 09.30. Sementara itu, di SMA 3 Slawi, simulasi PTM hanya diikuti 110 siswa dari kelas XI. Jumlah tersebut sepertiga dari jumlah siswa kelas XI. Untuk kegiatan tersebut, sekolah menyiapkan sembilan ruang kelas.

Kepala SMA 3 Slawi Masduki mengatakan, sekolah tidak memberlakukan shift siswa. Siswa yang dipilih mengikuti PTM berangkat setiap hari selama simulasi PTM.“Saya sengaja tidak memberlakukan shift. Kalau anaknya gonta ganti, kita tidak tahu kesehatannya. Kalau anak yang sama , kami tahu perkembangan kesehatannya,”jelasnya.

Pemilihan siswa juga mempertimbangkan adanya ijin dari orangtua dan kendaraan yang digunakan siswa .
Diutamakan siswa yang diantar orangtua, menggunakan kendaraan sendiri atau jalan kaki. Siswa tidak diperbolehkan naik angkutan umum.“Siswa juga dari zona hijau, kondisi sehat, terlihat dari hasil pengukuran suhu yang dilakukan petugas di pintu masuk sekolah,”sebutnya.

Untuk melaksanakan simulasi PTM, sekolah membentuk Satgas Covid-19, menyiapkan 51 tempat cuci tangan dan ruang karantina. Ruang karantina berada di dekat pos Satpam itu dilengkapi dengan satu tempat tidur.
Sekolah juga melakukan disinfektan ruangan dan menyediakan masker. Pihak sekolah juga melakukan koordinasi dengan Polsek Slawi, Puskesmas Slawi dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

“Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes. Guru dan karyawan telah mendapat vaksin pertama, dijadwalkan vaksinasi kedua 19 April mendatang,” tuturnya.

Untuk siswa yang tidak mengikuti simulasi PTM, maka sekolah juga mengadakan pembelajaran secara daring di jam yang sama. Sekolah menyiapkan wifi di seluruh kelas.
Ditambahkan Masduki, selama mengikuti simulasi PTM, baik siswa, guru dan karyawan dilarang ke luar kota. Apabila ke luar kota harus ada ijin dari kepala sekolah.

(T04-Red)

BERITA LAINNYA