Take a fresh look at your lifestyle.

Simpan dan Belanjakan Uang Palsu, Empat Pria  Diringkus Polisi

122

SLAWI- Diketahui menyimpan uang rupiah palsu senilai belasan juta dan membelanjakanya , empat pria berhasil  diringkus jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Tegal, belum lama ini.

Keempat pelaku  tersebut ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Dari para pelaku, polisi berhasil mengamankan uang pecahan seratus ribu rupiah sebanyak 195 lembar atau senilai Rp 19,5 juta.

Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang melalui Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi mengatakan, empat orang pelaku yakni  Abdul Rizal/AR (26) warga Tanjung Priuk Kota, Jakarta Utara,  Rinto Wijaya/RW (35) warga Desa Mangunsaren,Kecamatan  Tarub, Kabupaten Tegal , Khoirul Umam/KUA (37) warga Desa Suniarsih, Kecamatan  Bojong, Kabupaten Tegal dan Saepulah/SP  (20) warga Desa Sima, Kecamatan  Moga, Kabupaten Pemalang.

Sanusi menjelaskan, kasus ini terungkap bermula dari laporan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan sekelompok pelaku.

Selanjutnya pada 6 Juli 2020 pukul 17.00 dilakukan penangkapan dan penggeledahan di sebuah rumahkost di Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat.

“Setelah dilakukan penggeledahan terhadap AR, ternyata selain sebagai pelaku curanmor juga menyimpan uang palsu yang ditaruh di dalam tas muliknya sejumlah Rp 50 juta,”terang Sanusi pada konferensi pers di Mapolres Tegal, Senin (27/7).

Dari pengembangan kasus yang dilakukan, polisi juga menangkap RW yang juga menyimpan uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak 44 lembar atau senilai Rp 4,4 juta. Lembaran uang palsu tersebut disimpan RW di dalam bagasi sepeda motor miliknya.

Sementara itu,  KUA dan SP ditangkap pada tanggal 7 Juli 2020  pukul 13.00 di Desa Kalibakung , Kecamatan Balapulang. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 100 lembar atau senilai Rp 10 juta di dalam tas milik KUA.  Selain itu, juga menemukan pecahan Rp 100.000 sebanyak satu lembar di dalam dompet SP.

“Pelaku mengaku mendapat uang palsu dengan cara membeli kepada seseorang . Dengan membeli satu juta rupiah mendapat uang palsu senilai sepuluh juta rupiah,”jelasnya.

Uang palsu tersebut, oleh pelaku, diedarkan kepada masyarakat, dengan cara digunakan untuk belanja barang kebutuhan habis pakai seperti rokok dan makanan.  Dari belanja tersebut, pelaku mendapat uang kembalian berupa uang asli.

Sanusi menambahkan, saat ini Satreskrim masih melakukan pengejaran terhadap orang yang menjual uang palsu kepada para pelaku.

“Mereka membeli pada satu orang yang masih dalam pencarian, masih dalam Jawa Tengah,”sebutnya.

Atas perbuatan yang dilakukan, empat pelaku diancam pasal 36 ayat 2 Jo pasal 26 ayat 2 dan pasal 36 ayat 3 Jo pasal 26 ayat 3 UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Disebutkan dalam pasal tersebut, setiap orang yang menyimpan secara fisik dengan cara apapun yang diketahuinya merupakan rupiah palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar.

Kemudian, setiap orang yang mengedarkan  dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu, sebagaimana dimaksud dalam pasal 26 (3)  dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 50 miliar (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA