Take a fresh look at your lifestyle.

Sikat Uang BLT Covid-19 Rp 231 Juta, Sekdes di Brebes Diringkus Polisi

- Ditangkap Saat Bersembunyi di Rumah Kos Kota Tegal

434

BREBES – Sekretaris Desa (Sekdes) Petunjungan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, IA (36) kini harus meringkuk di ruang tahanan Mapolres Brebes. Ia dingkus jajaran Satreskrim Polres Brebes, karena nekat mencuri uang dana desa yang akan digunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), bagi warga terdampak pendemi virus corona (Covid-19) di desanya.

Pelaku diringkus saat bersembunyi di sebuah rumah kos, di Kota Tegal. Aksi pencurian itu dilakukan pelaku pada 28 Juli 2020 lalu. “Aksi pencurian ini terjadi pada 28 Juli lalu, sekitar pukul 12.00. Pelaku mencuri tas berisi uang dana desa yang disimpan di bawah laci meja bendahara desa. Kejadian ini kemudian dilaporkan, dan pelaku berhasil ditangkap kurang dari 1x 24 jam,” ungkap Kapolres Brebes, AKBP Gatot Yulianto, saat ekpos kasus di Mapolres Brebes, Senin (3/8).

Uang dana desa yang dicuri pelaku itu, jelas Kapolres, merupakan uang BLT Covid-19 tahap ketiga senilai Rp 231 juta. Dari laporan yang diterima, petugasnya langsung melakukan penyelidikan dan pengembangan. “Pelaku ini kami tangkap saat berada di sebuah rumah kos di Kota Tegal, dan langsung di bawa ke Mapolres Brebes untuk diproses hukum,” jelasnya

Dari hasil pemeriksaan sementara, lanjut Kapolres, pelaku melakukan aksi pencurian uang BLT itu karena sakit hati dengan Kepala Desa (Kades) Petunjungan, dan terbelit hutang. Selain itu, pelaku juga sudah memakai uang BLT Covid-19 tahap kedua. “Jadi, motif pelaku ini karena sakit hati sama Kadesnya, kemudian terbelit hutang dan telah memakai uang BLT tahap kedua. Sehingga, nekat membawa kabur uang BLT tahap tiga ini,” tandasnya.

Tim Resmob Polres Brebes membawa oknum Sekdes Petunjungan yang mencuri uang BLT Covid-19, untuk dimintai keterangan, Senin (3/8). (smpantura.com/setiawan)
Tim Resmob Polres Brebes membawa oknum Sekdes Petunjungan yang mencuri uang BLT Covid-19, untuk dimintai keterangan, Senin (3/8). (smpantura.com/setiawan)

Menurut dia, pelaku itu telah memakai sebagian uang hasil curiannya untuk kepentingan pribadi. Dari tangan pelaku, pihaknya hanya berhasil mengamankan uang sekitar Rp 122 juta sebagai barang bukti. Selain itu, pihaknya juga mengamankan sebuah tas punggung warna coklat yang digunakan untuk tempat uang. “Barang bukti yang kami amankan ini berupa uang sekitar Rp 122 juta. Kenapa tidak sesuai dengan uang yang dibawa curi?, ini karena sebagian uangnya sudah digunakan tersangka untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya

PASAL BERLAPIS

Lebih lanjut dia mengatakan, atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat pasal berlapis. Selain pasal pencurian, pelaku dikenai juga pasal tindak pidana korupsi. Itu karena telah menggunakan dana BLT Covid-19 milik desanya. “Kita perberat pelaku ini dengan pasal berlapis. Selain mencuri, juga telah memakai uang BLT. Sehingga kita kenai juga pasal korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Sementara Tersangka Sekdes Petunjungan berinisial IA (36) di depan polisi mengaku, uang BLT yang di bawa kabur itu digunakan untuk kepentingan pribadinya. Tersangka juga mengaku menyesali perbuatannya. “Ya, saya menyesal ini,” katanya singkat.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA