Take a fresh look at your lifestyle.

Sidang Lanjutan, Qomar Berencana Laporkan Saksi ke Polisi

152
  • Dianggap Beri Keterangan Palsu

BREBES – Sidang lanjutan kasus pemalsuan Surat Keterangan Lulus (SKL), dengan terdakwa Nurul Qomar kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Brebes, Kamis (25/7/2019). Pada sidang kali ini, menghadirkan mantan dosen Universitas Muhamadiyah Cirebon, Yusuf sebagai saksi dari pihak pelapor. Sementara, pihak terdakwa berniat melaporkan saksi Yusuf karena dianggap memberikan keterangan palsu dalam persidangan tersebut.

Sidang kali keempat itu dimulai pukul 09.00. Dalam persidangan terungkap, Yusuf selaku saksi yang hadir mengku, dirinya baru mengetahui bahwa Qomar belum meraih gelar doktor dari Mukson selaku Wakil Rektor 1 Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes. Keterangan saksi itu langsung dibantah oleh pihak terdakwa. “Masa pernah satu kampus dengan saya tidak tahu saya sudah doktor apa belum,” kata Qomar.

Usai sidang, Qomar mengatakan, sebagian keterangan saksi iru tidak sesuai fakta. Ia menyayangkan saksi tidak mengatakan sesuai fakta yang sebenarnya. Padahal saksi adalah rekan kerjany saat mengajar di Universitas Muhamadiyah Cirebon. “Keterangan saksi ada yang benar dan ada yang salah. Keterangan yang salah itu cenderung ngarang. Saya menangkap ada setingan, ada intimidasi,” tandas Qomar.

Sementara, Kuasa Hukum Terdakwa Furqon Nurzaman mengatakan, keterangan saksi dalam sidang kali ini berbelit belit dan bertentangan. Untuk itu, pihaknya akan melaporkan ke polisi terkait keterangan saksi palsu. “Keterangan yang disampaikan saksi itu berbelit belit, bertentangan dan meragukan. Saya akan laporkan sebagai saksi palsu,” katanya.

Terkait masalah ini, Huasa Hukum Pelapor, Tobidin menjelaskan, bantahan yang disampaikan Qomar terhadap keterangan saksi adalah hal yang lumrah. Sebagai terdakwa, Qomar berhak untuk melakukan bantahan terhadap keterangan saksi. “Sah- sah saja kalau terdakwa ini membantah keterangan saksi. Itu hak dia (Qomar-red). Yang penting, bukti-bukti dalam persidangan,” terangnya.

Sidang oleh majelis hakim ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan.

(Setiawan/ red38)

BERITA LAINNYA