Take a fresh look at your lifestyle.

Siap Kerja, Pemkab Diminta Kembangkan BLK

51

SLAWI – Pengangguran di Kabupaten Tegal semakin bertambah seiring dengan banyaknya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya lulusan SMA atau perguruan tinggi yang mengandalkan lowongan pekerjaan. Mengatasi hal tersebut, Pemkab Tegal diminta untuk mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) agar bisa berwirausaha. 

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Tegal, Memet Said di sela-sela acara peresmian gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) di Ponpes Kawit Annur Slawi, Minggu (28/2). Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu sangat mengapresiasi terobosan Anggota DPR RI Dewi Aryani yang membangun BLKK di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes. Hal itu dinilai salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran dan pengentasan kemiskinan.

“Kebanyakan masyarakat hanya mengandalkan lowongan pekerjaan. Jika kondisi ekonomi buruk, maka bisa di PHK sewaktu-waktu,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal itu.

Menurut dia, memiliki usaha sendiri dinilai lebih mampu untuk tetap bertahan dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini. Mereka bisa berinovasi dan mengembangkan usahanya dengan melihat peluang yang ada. Oleh karena itu, pengembangan BLKK di setiap sekolah sangat diperlukan agar bisa memiliki keterampilan. Mereka bisa menciptakan pekerjaan, dan tidak mengandalkan lowongan pekerjaan.

“Jadi, tidak bingung saat lulus. Bisa langsung berwirausaha,” ujarnya.

Ditambahkan, di Kabupaten Tegal diakui sudah ada beberapa BLK yang dibangun. Tapi, hanya untuk yang telah lulus sekolah. Sedangkan, para pemuda-pemudi yang sudah lulus biasanya langsung mencari pekerjaan. Jika di sekolah-sekolah lebih ditekankan keterampilan, maka mereka sudah memiliki keterampilan untuk terjun di dunia usaha.

“Keterampilan yang sangat dibutuhkan dalam dunia usaha. Makanya, di sekolah harusnya lebih banyak diajarkan tentang keterampilan,” pungkasnya.

BERITA LAINNYA