Take a fresh look at your lifestyle.

Sholat Idul Adha di Masjid dan Lapangan Ditiadakan

99

SLAWI,smpantura.com – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriyah yang jatuh pada 20 Juli 2021 mendatang akan terasa berbeda dari tahun sebelumnya. Dalam situasi pandemi Covid-19, guna menekan laju penularan Covid-19 di tanah air, pemerintah telah melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai 3-20 Juli 2021, yang dalam perjalanannya diperpanjang hingga akhir Juli 2021.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal Sukarno menyampaikan, sesuai Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia nomor SE 17 Tahun 2021, penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau mushala, takbir keliling , baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan shalat Hari Raya Idul Adha 1442 H di masjid atau mushala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya ditiadakan di seluruh kabupaten/kot dengan level asessment 3 dan 4 yang diterapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

“Di masa pandemi ini, penyelenggaraan sholat Idul Adha 1442 Hijriyah/2021 di lapangan, masjid atau mushola ditiadakan. Umat muslim diimbau melaksanakan sholat Idul Adha di rumah masing-masing,”terang Sukarno, Minggu (18/7).

Untuk pelaksanaan sholat Idul Adha di rumah, Kemenag Kanwil Provinsi Jateng telah menyusun naskah khutbah Idul Adha 1442 H dan video tata cara sholat Idul Adha di rumah. Naskah dan video ini telah disebarluaskan kepada masyarakat jauh hari sebagai panduan.

Terkait penyembelihan hewan kurban , Sukarno menuturkan, pelaksanaannya harus sesuai dengan syariat Islam , termasuk kriteria hewan yang disembelih.

Untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban, maka penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni 11,12 dan 13 Dzulhijah. Adapun pemotongan hewan kurban dilaksanakan d Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) atau dilakukan sesuai syariat dan protokol kesehatan yang ketat .

Pada saat melakukan pemotongan hewan kurban, penyelenggara juga harus menerapkan jaga jarak. Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkan jaga jarak fisik. Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban.

Penerapkan jaga jarak fisik antarpetugas juga dilakukan pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.

Untuk pendistribusian daging,dilakukan oleh panitia ke tempat tinggal warga yang berhak. “Petugas yang mendistribusikan dagin kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima,”terang Sukarno. (T04-Red)

BERITA LAINNYA