Take a fresh look at your lifestyle.

Setiap Daerah Diwajibkan Membentuk Posko Penanggulangan Bencana

132

PEMALANG – Menteri Dalam mewajibkan pada semua pemerintah daerah untuk membentuk posko penanggulangan bencana. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal kesiapan apabila sewaktu waktu terjadi bencana, bisa langsung ditangani oleh tim gabungan dari posko tersebut.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang telah menggelar Rapat koordinasi (rakor) terkait dengan kesiapan penanggulangan bencana. Dalam rakor tersebut melibatkan berbagai unsur seperti TNI, Polri, instansi terkait, maupun lembaga kemanusiaan serta dari unsur sukarelawan,” ujar Wahadi, Kepala Pelaksanan (Kalak) BPBD Pemalang, kemarin.

Dia mengatakan, tujuan utama dibentuk posko bersama, apabila sewaktu waktu terjadi bencana bisa ditangani dengan cepat, sigap, tangkas, dan tangguh. Bagi masyarakat yang terdampak bencana bisa ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Untuk informasi yang terkait dengan kondisi cuaca pihaknya selalu diberi data dari BMKG, selanjutnya informasi tersebut diterukan kemasyarakat maupun pemerintah desa. Harapannya bagi daerah yang memiliki kerawanan bencana alam bisa mengetahui prakiraan cuaca sehingga lebih waspada. Kewaspadaan masyarakat maupun pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menghadapi kemungkinan terjadi bencana. Apabila masyarakat sudah memiliki mewaspadaan tinggi, apabila terjadi bencana alam diharapkan tidak sampai ada korban jiwa.

“Untuk potensi bencana yang mengancam wilayah Pemalang antara lain tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.Terkait dengan kesiapan di posko, telah disiapkan berbagai peralatan yang kemungkinan dibutuhkan saat terjadi bencana,” imbuhnya.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil data pemetaan yang dihimpun oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang ada lima kecamatan yang rawan terjadi tanah longsor. Selain itu, sepanjang daerah aliran sungai Comal juga memiliki potensi terjadi bencana tanah longsor. Data rekapitulasi lokasi rawan bencana tahun 2019 ada 39 desa yang memiliki potensi bencana tanah longsor. Daerah yang dinilai paling rawan yaitu Kecamatan Watukumpul, yaitu 15 desa di daerah tersebut memiliki potensi longsor. Pemalang, tercatat ada sekitar 46 desa yang rawan terjadi banjir. Desa atau wilayah yang rawan banjir berada di sembilan kecamatan, baik yang berada di perkotaan, pesisir, maupun sebagian daerah atas. (H77/Red_03)

BERITA LAINNYA