Take a fresh look at your lifestyle.

Sepuluh Orang Dinyatakan PDP dan 108 ODP

-Warga Diimbau Tidak Panik dan Waspada Infeksi Korona

107

SLAWI- Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Tegal semakin bertambah.

Juru bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Infeksi Covid -19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro dalam konferensi pers di Media Center Covid-19, Minggu (22/3) menyampaikan tentang perkembangan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tegal.

Joko mengatakan, hingga Minggu (22/3) pukul 11.00, tercatat sudah ada sepuluh pasien dalam pengsawasan (PDP). Mereka saat ini menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

“PDP di Kabupaten Tegal yang dirawat di RSUD Dr Soeselo Slawi ada lima orang, dirawat di RSUD Kardinah Kota Tegal ada satu orang, RSUI Harapan Anda Kota Tegal ada empat orang, ”terang Joko.

Sepuluh PDP ini, kata Joko, mempunyai riwayat perjalanan dari Korea Selatan, Depok, Jakarta, Bali, Semarang dan Bekasi.

Pada konferensi pers tersebut, Joko menyebutkan, dari sepuluh PDP,  sudah dilakukan swab di RSUD Dr Soeselo sebanyak tiga orang. Dua orang sudah lengkap di swab. Satu diantaranya sudah ada hasil dan satu orang lainnya belum keluar  hasilnya.

“Yang satu  sudah lengkap dan ada hasil. Hasilnya menunjukan negatif. Namun,  menurut dokter yang merawat , masih dilakukan evaluasi selama 14 hari sejak perawatan, jadi belum bisa dikatakan bebas,”sebutnya.

Sementara itu, dua orang PDP lainnya sudah dilakukan swab tapi belum diketahui hasilnya,  termasuk yang dirawat di RSUD Kardinah juga belum diketahui hasilnya. Adapun empat PDP yang dirawat di RSUI Harapan Anda akan diambil swab Minggu (22/3) kemarin.

Sementara itu, untuk jumlah orang dalam pantauan (ODP), tercatat mencapai 108 orang. Empat orang dirawat di RSUD Dr Soeselo dan 104 orang dirawat di rumah.

Empat ODP yang dirawat di RSUD Dr Soeselo, kata Joko, berkaitan erat dengan pasien PDP anak yang dirawat di rumah sakit tersebut. “Mereka adalah ibu dan paman, serta dua ODP baru, dan belum masuk kategori PDP,”jelasnya Joko yang siang itu didampingi Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal, Muhtadi.

Dengan jumlah kasus yang makin bertambah, masyarakat diimbau tetap waspada dan jangan panik. Tetap melaksanakan upaya pencegahan dengan tetap tinggal di rumah , kecuali untuk keperluan mendesak.

Tidak berkumpul lebih dari sepuluh orang dan menjaga jarak minimal 1 meter untuk berbicara dengan orang serta melakukan perilaku hidup bersih dan sehat.

Diantaranya dengan cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air mengalir, makan dengan gizi seimbang dan istirahat cukup, tidak  merokok dan minum minuman keras.

“Apabila ada anggota keluarga yang sakit flu, batuk pilek, sakit tenggorokan,agar dilakukan perawatan mandiri terlebih dulu dan menggunakan masker. Apabila sakit bertambah berat atau nafas menjadi sesak, agar menghubungi Puskesmas.  Sementara tidak melakukan jabat tangan,”imbuh Joko yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tegal, Muhtadi mengatakan, bertambahnya jumlah PDP dan ODP menjadi keprihatinan bersama. Menurut Muhtadi, Bupati Tegal mengapresiasi ormas Islam , Kemenag dan lembaga keagamaan yang telah melaksanakan instruksi pemerintah, pusat, provinsi dan Kabupaten Tegal seperti melakukan proses kegiatan belajar mandiri di rumah, menunda kegiatan ujian, menunda proses wisuda dan lain sebagainya.

Meski demikian, masih ada beberapa pihak yang mengadakan kegiatan pengumpulan massa , seperti jamiyahan, pengajian dan sebagainya.

“Bupati telah menyampaikan imbauan lebih tegas, agar masyarakat menunda kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan warga, bahkan menyarankan sampai Idul Fitri 1441 Hijriyah, menunggu perkembangan dan situasi serta kondisi memungkinkan,”tuturnya.

Diharapkan, masyarakat melaksanakan imbauan tersebut, karena kebijakan ini untuk kepentingan masyarakat.

Berkaitan dengan kegiatan ibadah umat lain, Muhtadi mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama.

Muhtadi menyebutkan, apabila terpaksa dilaksanakan, takmir masjid atau pengurus masjid untuk secara ketat melaksanakan protokoler kesehatan. Diantaranya dengan tidak memakai karper. Karper yang ada agar digulung dan disemprot disinfektan , menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun di tempat wudhu, dan menjaga jarak. (Sari/Red-06)

 

BERITA LAINNYA