Take a fresh look at your lifestyle.

Seorang Penjaga Malam Pelabuhan Tewas Dikeroyok

90

* Dituding Sebagai Pelaku Pencurian Dinamo

TEGAL – Seorang penjaga malam di Pelabuhan Perikanan Tegalsari atau Pelabuhan Perikanan Jongor, Suhar (38) tewas mengenaskan, sekitar pukul 01.00, Selasa (25/8).

Korban tewas, dengan sejumlah luka, diduga akibat dikeroyok sejumlah orang dan ada bekas pukulan benda keras ditubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun sejumlah nelayan, korban sebelumnya diduga dikeroyok sejumlah orang, yang hingga kini masih diburu Unit Reskrim Polsek Tegal Barat Polres Tegal Kota.

”Korban yang beralamat di Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Selama ini bekerja sebagai penjaga malam di kawasan pelabuhan perikanan tersebut.

Informasi sementara korban dituduh sebagai pelaku pencurian dinamo. Kemudian kepergok sejumlah orang dan dikeroyok,” terang Kapolsek Tegal Barat Kompol Efi Wijayatni SH.

Kapolsek yang baru sehari menjabat, setelah dilantik Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo SIK MH, pada Senin (24/8), mengatakan, kasus ini masih dalam pengembangan penyidikan.

Beberapa orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Tapi sudah ada beberapa yang diamankan, dan diduga sebagai pelaku pengeroyokan hingga mengakibatkan korban tewas.

Terjunkan Resmob

Penangkapan sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku, melibatkan Tim Resmob dipimpin langsung Katim Aiptu Ermi Waluyo dan lima personelnya.

”Sat Reskrim Polres Tegal Kota yang terjunkan Tim Resmob, membantu mengungkap kasus ini dengan mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai pelaku,” terang Kasat Reskrim AKP Gineung Pratidina Kusuma Fijaya SIK MH.

Kakak korban Ruban (43) mengatakan, selama ini dipercaya untuk jaga malam di pelabuhan tersebut. Yakni, untuk menjaga kapal ikan Dogolan.

Dia memperoleh informasi, adiknya meninggal setelah dikeroyok sejumlah orang. Ruban berharap pelaku pengeroyokan dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Karena sudah bertindak main hakim sendiri, dan sampai membuat orang lain meninggal dunia. ‘Ini kan sudah pelanggaran hukum. Jadi ya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ucap dia.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA